Minggu, 01 Februari 2015

Kedaulatan Dan Kewibawaan dengan Alutsista

KOMPAS.com — ancablogspot.com. Kedaulatan dan kewibawaan menjadi
perhatian pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Berbagai kebijakan yang dicanangkan memperlihatkan
kesungguhan pemerintah dalam meraihnya, mulai dari
menenggelamkan kapal pencuri ikan, meninjau
perbatasan, hingga komitmen meningkatkan
persenjataan negara.
Pada hari ke-59 pemerintahannya, Presiden
menyempatkan diri mengunjungi pameran alat utama
sistem persenjataan (alutsista) TNI AD, di Lapangan Silang
Monas, Jakarta, Rabu (17/12/2014).
Setibanya di lokasi sekitar pukul 17.30 WIB, Jokowi
langsung berkeliling menggunakan panser anoa.
Kedatangannya langsung menyedot ribuan orang yang
ada di lokasi pameran. (Baca: Jokowi Naik Panser Anoa
Kelilingi Pameran Alutsista TNI AD)
Dari kendaraan lapis baja itu, Jokowi kemudian melihat-
lihat helikopter yang dipamerkan. Jokowi sempat masuk
ke dalam helikopter BO-105 dan duduk di dalam kursi
kemudi. Sesekali Jokowi juga terlihat memainkan kemudi
helikopter.
Jokowi lalu berpindah untuk mengecek amunisi roket C
8-Kom dan misil Ataka yang digunakan helikopter MI-35
P. Presiden tampak berbincang dengan petugas yang
menjaga amunisi tersebut.
Setelah itu Jokowi yang didampingi Kepala Staf Angkatan
Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf
Angkatan Udara Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia
berjalan untuk melihat helikopter-helikopter lainnya.
Setidaknya ada 5 helikopter yang dinaiki oleh Jokowi.
(Baca: Jokowi Coba Naik Helikopter di Pameran Alutsista
TNI AD di Monas)
Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo berjanji
akan menyediakan anggaran untuk melengkapi
alutsista TNI.
"Saya enggak hafal secara rinci, tapi jelas akan kita
tambahkan lagi dalam APBN-P. Semuanya penting,
semuanya masih kurang dan terus akan kita tambah,"
kata Jokowi.
Ia menjelaskan, berdasarkan pengamatannya pada
alutsista yang dipamerkan, alutsista TNI tergolong cukup
komplet. Hanya saja, ada beberapa jenis alutsista yang
harus diremajakan atau diganti baru. (Baca: Jokowi Janji
Tambah Anggaran Alutsista TNI di APBN-P)
Menurut Jokowi, ketersediaan alutsista sangat penting
untuk menunjang tugas besar TNI menjaga kedaulatan
bangsa. Lebih dari itu, wibawa Indonesia juga akan
meningkat dan makin disegani negara lain jika memiliki
alutsista yang memadai.
"TNI memiliki alutsista ada yang sudah modern, ada yang
ketinggalan. Tetapi, komitmen pemerintah saya kira kita
ingin perbaiki semuanya dan kita ingin negara ini punya
wibawa," ujarnya.


Penulis: Wisnubrata
Editor: Tri Wahono
Copast : ancablogspot.com
@copyright 2015
Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.

Kamis, 29 Januari 2015

JenderalMoeldoko BanggakanPerforma TNI di SAR Air Asia

ancablogspot.com Jakarta - Komisi I
DPR mengadakan rapat kerja dengan Panglima
TNI Jenderal Moeldoko terkait Renstra TNI.
Moeldoko pun sempat membanggakan kinerja
pasukannya dalam operasi SAR AirAsia.
Raker tersebut berlangsung secara tertutup di
Ruang Komisi I, Gedung DPR, Senayan, Jakarta
Pusat, Kamis (29/1/2015). Selain terkait
program dan anggaran TNI di 2015, Moeldoko
juga menyampaikan evaluasi beberapa
program TNI.
"Tadi saya sampaikan, TNI sampai saat ini
mencapai performance cukup baik," ucap
Moeldoko kepada wartawan.
Beberapa indikator kinerja yang cukup baik itu
adalah pengamanan APEC di Bali yang dipuji
para kepala negara dan angkatan bersenjata
Tiongkok yang belajar ke Indonesia.
Keberlangsungan pengamanan Pemilu 2014
juga dilaporkan.
"Pemilu semua berjalan dengan baik. Kita bisa
mengawal stabilitas dengan baik dan netralitas
TNI teruji," ujarnya.
Moeldoko juga menceritakan tentang
penampilan TNI pada HUT TNI yang dianggap
membanggakan bangsa Indonesia. Terakhir,
tentang kinerja pasukan di operasi SAR AirAsia.
"Performance kita di penemuan black box
AirAsia pada kecelakaan AirAsia, itu menjadi
standar internasional. Tidak ada di negara lain
yang paling cepat kecuali kita," tutur Moeldoko
bangga.
Anggaran untuk alutsista juga dibahas dalam
rapat tersebut. Moeldoko yakin akan ada
peningkatan anggaran di 2015 ini. "Itu
sementara seperti itu (turun), bisa saja di
tengah jalan meningkat lagi," pungkasnya.

Sumber : Detik
Penulis & Editor
ANCA | ancablogspot.com
@copyright 2015
Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.

Rabu, 28 Januari 2015

Turki dan Indonesia bangun tank medium

Badak PT. PINDAD


ancablogspot.com @copyright 2015
Pemerintah Turki merasa sangat antusias lakukan
kerjasama di bidang industri pertahanan khususnya
pengembangan dan produksi bersama Medium Tank
dengan Pemerintah Indonesia. Kerjasama pembuatan
Medium Tank tersebut sebagai tindak lanjut dari bentuk
komitmen pimpinan negara untuk meningkatkan
hubungan kedua negara yang dinyatakan dalam
Deklarasi Strategic Partnership oleh Presiden kedua
negara pada tahun 2010 yang lalu.
Apresiasi antusiasme Pemerintah Turki tersebut
disampaikan Bapak Wardana selaku Duta Besar RI di
Ankara, Turki, kepada Sekretaris Jenderal Kementerian
Pertahanan RI, Letjen TNI Ediwan Prabowo, Rabu
(28/01) saat berkunjung ke Kantor Kemhan, Jakarta.
Bapak Wardana mengatakan dirinya juga telah bertemu
dengan Pejabat Undersecretary For Defence Industry of
SSM Turki dan pimpinan perusahaan dari Industri
pertahanan FNSS Turki. Menurut Bapak Wardana pihak
Turki menyatakan semangatnya untuk bisa bekerjasama
yang dilandasi dengan ikatan emosional dengan
Pemerintah Indonesia.
Bapak Wardana mengatakan industri pertahanan Turki
memiliki teknologi cukup maju sesuai dengan standar
NATO. Disamping itu pihak Turki juga lebih terbuka dan
menerima dalam konteks kerjasama pemindahan
teknologi (Transfer Of Technology) dengan Indonesia.
hal tersebut merupakan suatu potensi dan peluang
untuk Indonesia.
Disampaikan juga oleh Bapak Wardana, untuk
merealisasikan kerjasama industri pertahanan, Delegasi
Turki yang terdiri dari pemerintah dan CEO industri
Pertahanan FNSS direncanakan datang ke Indonesia
pada tanggal 3 Februari 2015. Maksud kedatangan
Delegasi Turki ini selain membicarakan kelanjutan dari
proyek pembangunan Medium Tank dan juga
membahas potensi-potensi kerjasama industri
pertahanan lainnya.
Sementara itu Sekjen Kemhan dalam pertemuan
tersebut mengatakan, dari perspektif pertahanan, Turki
juga merupakan mitra yang sangat strategis yang mana
sejauh ini sudah semakin terpupuk hubungan batin. Jadi
memang ada harapan kerjasama ini bisa saling
menguntungkan kedua belah pihak.
Sekjen mengakui Indonesia belajar banyak dengan Turki
tentang kemajuan teknologi dan penyiapan sektor SDM
yang mendukung. Sekjen juga mengatakan bahwa saat
ini kerjasama industri pertahanan yang telah
dilaksanakan dengan pihak Turki adalah pengadaan alat
komunikasi yang diproduksi bersama PT LEN dengan
industri Aselsan Turki.
Mengenai kerjasama yang lain adalah pengembangan
dan produksi bersama Tank jenis Medium antara
Indonesia dengan Turki yang melibatkan Industri FNSS
Turki dan PT Pindad. Kerjasama ini telah dimulai pada
29 Juni 2010 setelah Kementerian Pertahanan kedua
negara menandatangani persetujuan kerjasama industri
pertahanan (Defence Industry Cooperation) di Ankara
Turki.
Sementara itu Sekjen juga menuturkan, sesuai dengan
arahan dari Menteri Pertahanan bahwa kerjasama
ataupun pengadaan dibidang pertahanan saat ini harus
realistis, terutama yang bisa mengatasi ancaman yang
ada. Untuk itu Kemhan sedang mengembangkan suatu
kerjasama pertahanan dengan negara lain yang bersifat
multi purpose.
Artinya kerjasama yang dilakukan bukan hanya untuk
kepentingan militer melainkan dapat juga digunakan
untuk kepentingan bantuan kemanusiaan, seperti
penanganan bencana dan operasi kemanusiaan lainnya.
Disebutkan Sekjen salah satu contoh adanya pengadaan
Tank yang bisa digunakan sebagai jembatan untuk
keperluan militer ataupun bantuan kemanusiaan. Jenis
Tank ini sudah diproduksi Turki dengan bekerjasama
dengan pihak Korea Selatan.

Sumber: DMC Kemhan


Penulis & Editor
ANCA | ancablogspot.com
@copyright 2015
Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.

Minggu, 28 Desember 2014

Menca Air Asia

ancablogspot.com
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong
menelepon Presiden Joko Widodo untuk
menawarkan bantuan untuk mencari lokasi pesawat
AirAsia QZ8501 yang hilang kontak. PM Lee juga
mengucapkan kesedihan mendalam mendengar
kabar tersebut.
"Called Pres @jokowi_do2 to offer help. Two RSAF
C-130 search & locate aircrafts are on standby. Our
ministers will follow up. - LHL #QZ8501," ucap PM
Lee melalui akun twitternya, Minggu (28/12/2014).
"Saddened to hear of missing flight #QZ8501. My
thoughts are with the passengers and their families. -
LHL," sambung PM Lee.
Presiden Jokowi saat ini sedang berada di Papua.
Jokowi telah memerintahkan jajarannya untuk all out
mencari keberadaan pesawat berisi 162 orang itu.
Jokowi juga berdoa agar pesawat dan isinya selamat.
Sedangkan media Malaysia The Star memberitakan,
dua pesawat C130 telah siap dan standby untuk
diperbantukan. LHL di akhir cuitan PM Lee berarti dia
sendiri yang mencuit kicauan tersebut.
Otoritas Singapura sedang mempersiapkan operasi
SAR (search and rescue) untuk mencari pesawat
AirAsia QZ8501 yang hilang kontak. Otoritas
Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) menyebutkan
pihaknya telah bersiap dan menawarkan bantuan
kepada pihak Indonesia.
Lembaga lainnya yang mendukung upaya pencarian
itu termasuk Angkatan Udara dan Laut Singapura.
Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa Changi
Airport Group Crisis Management Centres telah aktif
dan siap.
Selain itu disebutkan bahwa ruang tunggu dan
seluruh fasilitas pendukung penting telah disiapkan
untuk seluruh keluarga dan kerabat dari para
penumpang di terminal 2 level 3 di Bandara Changi.
Selain itu, pihak maskapai AirAsia menyebut ada 155
penumpang, 2 orang pilot dan 5 kru kabin yang
berada di dalam pesawat tersebut. Disebutkan bahwa
terdapat 156 orang berkewarganegaraan Indonesia,
lalu 3 WN Korea Selatan, 1 WN Prancis, 1 WN
Malaysia, dan 1 WN Singapura. Penumpang dewasa
berjenis kelamin laki-laki berjumlah 70, dan
penumpang berjenis kelamin perempuan berjumlah
68 orang.
Informasi dari PT Angkasa Pura I, pesawat dipiloti
Kapten Iriyanto dengan Kopilot Remi Emmanuel P
dan awak kabin yakni Wanti Setiawati, Khairunnisa
Haijar, Oscar Desano, Wismoyo Ari Prambudi dan
seorang engineer Saiful Rahmat.
Pesawat itu tadinya menyampaikan rencana rute
penerbangan dan meminta untuk mengubah rute
karena cuaca yang buruk sebelum komunikasi
dengan menara ATC hilang kontak.
Pesawat itu sendiri merupakan jenis Airbus
A320-200 dengan nomor registrasi PK-AXC. Saat ini,
pencarian dan operasi penyelamatan sedang
dilakukan di bawah panduan dari Dirjen
Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.
Australia Juga Tawarkan Bantuan Cari


Penulis & Editor
ANCA | ancablogspot.com
©copyright 2014
Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.

Minggu, 30 November 2014

Mengapa Dia Begitu Sensitif

ancablogspot.com ©copyright 2014
Ketika presiden sipil Indonesia berteriak lantang untuk
menenggelamkan kapal nelayan asing yang maling ikan
di perairan kita sehubungan dengan uji nyali jalesveva
jayamahe, satu rumah tetangga yang bernama Malaysia
tiba-tiba jadi berisik dan bereaksi negatif. Lewat media
online yang merupakan corong pemerintahnya, mereka
merasa tak nyaman, tak enak badan lalu dengan tak elok
pula bilang Jokowi arogan, antek Amerika dan
sebagainya.
Bertetangga dengan jiran yang satu ini memang seperti
berhadapan dengan saudara bertabiat congkak dan
angkuh. Sebenarnya dia yang angkuh karena reaksinya
itu terhadap gaya Jokowi yang tegas dan jelas. Mengapa
dia merasa kelasnya lebih tinggi dari Indonesia karena
gambaran negeri ini ada di wajah-wajah tenaga kerja
yang merantau kesana. Jadi TKI, PATI Indon itu adalah
bingkai cermin cara dia memandang kita. Belum lagi
cara pandang feodal negeri yang terdiri dari kerajaan-
kerajaan berbasis Melayu Islam, tentu menjadi
pengental cara pandang terhadap apapun yang berbau
buruh, kuli atau tenaga berbayar.
Sekedar catatan dengan dua jiran yang lain Indonesia
baik-baik aja tuh meski ada persoalan perbatasan
dengan kita. Menjelang akhir pemerintahan SBY dicapai
kesepakatan perjanjian tapal batas bilateral dengan
Singapura dan Filipina tanpa gembar gembor. Ini
membuktikan ruang kelas dan kualitas dialog dengan
kedua negara itu menghasilkan kesepakatan ciamik
"bersih cemerlang tanpa menggores". Berbeda dengan
kawan sebelah ne yang gemar melakukan klaim demi
klaim. Ya karena cermin itu tadi, dianggapnya kita ini
kelas buruh berbayar yang kelasnya dibawah dia
Adalah menjadi hak yang jelas dan terang bagi
pemerintahan bangsa besar ini untuk menyatakan
perintah bagi jajarannya agar bertindak keras dan lugas
menghadapi para pencuri sumber daya kelautan
termasuk menenggelamkan kapal mereka jika perlu. Kita
juga kan tak pernah dan tak elok meributkan kenapa
pemerintah Malaysia tak mau membuka keran
demokrasinya untuk kesamaan hak bagi setiap
warganegaranya. Lihat saja yang terjadi sepanjang
sejarah negeri itu pimpinan pemerintahannya selalu
bernama L4 (Lu Lagi Lu Lagi) maksudnya kalau ditelisik
tidak jauh-jauh dari turunan kakek, bapak, anak,
sepupu.
Ketika militer Indonesia sedang puasa alutsista di awal
reformasi, jiran sebelah ne banyak kali tingkahnya.
Sipadan-ligitan dia goyang dengan melakukan manuver
militer. Sekali waktu di awal tahun 2001 empat pesawat
coin kita OV10 Bronco melakukan patroli di Sipadan, eh
dia malah mengerahkan jet tempur F5E. Padahal masih
dalam status sama-sama berhak. Dia berhasil di Sipadan-
Ligitan melalui Mahkamah Internasional tapi terus
kemudian berupaya nak ekspansi pula ke Ambalat.
Indonesia pasang kuda-kuda dengan otot militer.
Akhirnya memang berhadapan dengan tetangga pongah
harus dihadapi dengan cara pandang militer. Ini penting
untuk diingat saudara-saudaraku. Cara pandang militer
(bukan melotot lho) adalah garis tegas di wajah yang
menahan amarah manakala pelecehan demi pelecehan
dipertontonkan. Maka RI pun belanja alutsista secara
besar-besaran, terus menerus dan tak terbendung lagi.
Setelah Presiden SBY menggelontorkan dana US $15
milyar untuk shopping alutsista selama lima tahun
terakhir ini maka Presiden Jokowi semakin jelas dan
banyak lagi membelanjakan duit untuk alutsista segala
matra
Yang menarik orang dekatnya yang menjadi Sekretaris
Kabinet Andi Widjajanto adalah pakar pertahanan dan
militer yang sangat visioner. Sebenarnya ada dua figur
pakar militer lagi yang sama-sama lantang menyuarakan
modernisasi TNI, yaitu Salim Said dan Connie
Rahakundini. Jauh-jauh hari sebelum Andi jadi Seskab
dia sudah melontarkan prediksi bahwa belanja alutsista
TNI lima tahun ke depan minimal US$ 20 milyar. Seskab
bersama Kemenhan tentu menjadi pilar utama untuk
mengambarkan renstra lanjutan lima tahun ke depan.
Terkait dengan poros maritim sudah tentu
penggelontoran dana akan terpusat di AL dan AU. TNI AL
segera membentuk armada tengah, divisi 3 marinir,
melanjutkan pengadaan KCR (Kapal Cepat Rudal),
memperbanyak pesanan PKR, mengakuisisi kapal perang
kelas fregat termasuk percepatan pengadaan kapal
selam. TNI AU juga diperkirakan akan menambah
sedikitnya 2 skuadron tempur baru disamping
mengganti 1 skuadron F5E yang dipensiunkan.
Disamping itu akan ada penambahan radar-radar
militer, satuan peluru kendali darat udara jarak sedang,
pesawat intai strategis, intai taktis.
Gebrakan untuk menenggelamkan kapal nelayan asing
sejatinya untuk mengukur kesiapan armada Angkatan
Laut, KKP, Bea Cukai, Polisi Air dengan dukungan
Angkatan Udara. Sinergi dan koordinasi akan
memberikan pesan apa yang masih harus diperbaiki,
ditambah dan dikuatkan. Ini harus dipraktekkan di
lapangan. Bisa jadi yang diperbanyak kapal-kapal patroli
non rudal atau bahkan kapal selam sesuai dengan tugas
utamanya sebagai penggentar bawah air tak tertandingi.
Sangat diniscayakan bahwa dalam lima tahun ke depan
militer Indonesia akan tampil dengan dandanan gahar,
berkualitas dan bergengsi. Kalau sudah begini apakah si
Pakcik akan melontarkan statemen angkuh lagi. Atau
jangan-jangan setelah dia membaca tulisan ini malah
sekujur tubuhnya demam lalu mengigau: "kita kan
serumpun bang, adek ne hanya bergurau bang, tak nak
kita bergaduh, tak elok dilihat sepupu kita Singapura.
Nanti dia orang ketawa senang nak lihat kita bergaduh
terus". Ternyata igauannya di dengar Pak Jokowi, lalu
sang presiden egaliter itu berkomentar: "emang gue
pikirin".


Kaskus
sumber: Marsekal81/Jagpane

Penulis & Editor
ANCA | ancablogspot.com
©copyright 2014
Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.

Rabu, 16 Juli 2014

FISCOR-100 Alat Komunikasi Anti Jamming Buatan PT. LEN

ancablogspot.com FISCOR - 100 alat komunikasi PT. LEN
"TES… satu, dua, tiga… satu, dua, tiga… dikopi," ucap Sri
Yuniardi, peneliti alat komunikasi militer dari PT LEN
Industri. Ia tengah mempraktikkan bagaimana
cara kerja produk inovasi Manpack Alkom FISCOR-100.
Alat komunikasi militer buatan PT LEN Industri
(Persero) itu merupakan salah satu inovasi unggulan PT
LEN yang pernah memperoleh penghargaan Anugerah
Rintisan Teknologi Industri 2009 dari
pemerintah. Manpack Alkom FISCOR-100
dikembangkan sejak 2001 oleh PT LEN Industri. Nama
'100' diambil dari peringatan Hari Kebangkitan Nasional
ke-100 pada 2008. Tujuannya untuk membangkitkan
industri berbasis teknologi dalam negeri.
Bermula dari keinginan TNI untuk mengembangkan dan
memproduksi alat komunikasi militer buatan dalam
negeri. Pada periode 2001-2003, Puslitbang TNI bekerja
sama dengan PT LEN Industri dalam program RUK
Kementerian Riset dan Teknologi
untuk mengembangkan alat komunikasi radio antisadap
dan anti-jamming.
Alat komunikasi militer memiliki fungsi sangat strategis
karena membantu keberhasilan operasi militer dan
membantu komunikasi pasukan yang berada di
lapangan dengan unit-unit lainnya di tempat berbeda.
Hasilnya? Para periset PT LEN Industri berhasil
menciptakan prototipe alat komunikasi VHF FH dengan
kecepatan hopping 1 hope/sec. Kemudian pada 2007
PT LEN Industri berhasil melakukan rancang
bangun mandiri alat komunikasi Manpack HF Spread
Spectrum Frequency Hopping, dengan kecepatan
hopping 5 hope/sec. Alat tersebut terus disempurnakan
hingga 2008 agar kecepatan hopping bisa mencapai 5,
10, 20, dan 50 hope/sec dan random hop speed yang
tidak dimiliki alat komunikasi militer lainnya.
Antisadap
Di kelas HF inilah alat komunikasi FISCOR-100 menjadi
yang tercepat. Manpack Alkom FISCOR-100 beroperasi
pada rentang frekuensi 2 Mhz hingga 3 Mhz dengan
256 channel, dan kebutuhan pasokan tenaga 12 Vdc-24
Vdc. Peralatan ini bisa digunakan untuk komunikasi
pada level peleton hingga batalion.'
Menurut Sri Yuniardi, alat komunikasi militer berupa
radio memang harus bebas jamming dan tidak bisa
disadap. Karena itu, frekuensi yang diambil ialah
frekuensi yang tidak dipakai. "Radio militer bekerja di
trek 2 Mhz sampai 3 Mhz. Bisa juga sekelas 7 Mhz. Di
dunia militer, para ahli frekuensi radio akan mengambil
gelombang radio yang kosong. Ini bedanya dengan
radio komersial. Setiap kali on air, radio komersial akan
didengar banyak orang, sedangkan di militer tidak,"
terangnya. Frekuensi radio ini menjadi jantung pada
alat komunikasi FISCOR-100.
Dua perusahaan asing dari Australia dan Prancis pernah
bekerja sama dengan PT LEN Industri untuk
pengembangan alat komunikasi militer ini. Namun,
kemudian PT LEN Industri mengembangkan alat
komunikasi sendiri dengan mengombinasikan
keunggulan teknologi alat komunikasi produksi kedua
negara mitra tersebut.
Para periset banyak belajar dari pengalaman kedua
negera dalam mengembangkan alat komunikasi militer.
"Kami belajar membuat alat-alat komunikasi militer
dengan Q-Mac Australia dan Thales Prancis. Thales
merupakan industri komunikasi terbesar di dunia saat
ini. Dan yang paling rumit ialah masalah frekuensi. Ahli
frekuensi di Indonesia minim. Mau tidak mau, kita
semua harus belajar masalah frekuensi dan enkripsi,"
ungkap Yuniardi.
Dengan kombinasi ini tentunya produk PT LEN Industri
jauh lebih unggul. Teknologi tersebut memiliki
kandungan lokal 85%, sedangkan untuk komponen
handset, elektronik, dan konektor masih diimpor.
Komponen dalam negeri dengan sistem
komunikasi yang dirancang secara khusus sangat
menguntungkan bagi TNI. Sebab, sistem
komunikasi buatan luar negeri belum tentu aman
karena akan dirancang untuk kepentingan negara
pembuat. Untuk itu, sistem keamanan dalam
komunikasi dirancang khusus dan hanya pemakaianya
yang tahu. Alat tersebut bisa didesain sesuai keinginan.
Pembuktian antisadap ini diperlihatkan saat uji coba.
Ketika alat tersebut dipakai berkomunikasi, di frekuensi
biasa hanya terdengar suara gelombang radio tanpa
ada suara. Kadang bunyinya agak bising, tapi tanpa ada
yang bercakap-cakap. Padahal di balik itu sedang terjadi
komunikasi antarpemakai. Hal tersebut menunjukkan
alat komunikasi itu telah dilengkapi comsee sehingga
tidak muncul percakapan di udara layaknya penyiar
radio. Suara yang keluar dari percakapan antarpihak di
lapangan telah dienkripsi sehingga mempersulit orang
atau pihak musuh melakukan penyadapan.
"Intinya suara dikacaukan," ujar Yuniardi. Sebetulnya
komunikasi bisa bocor ke sipil atau pihak musuh apabila
kunci frekuensinya sama. Untuk mencegah
kebocoran informasi, perlindungan atau keamanan
komunikasi harus ditangani oleh tiap negara. Termasuk
saluran telepon presiden, lembaga-lembaga strategis,
dan agen rahasia di negara-negara maju telah dienkripsi
dengan kode-kode khusus. Oleh karena itu, bila produk
komunikasi militer masih mengandalkan impor,
dikhawatirkan rahasia negara bisa bocor ke negara lain
lewat penyadapan alat komunikasi.
Uji coba alat komunikasi tersebut sudah dilakukan dari
Bandung ke Surabaya dengan jarak 400 km. Dalam uji
coba itu terbukti radio komunikasi militer ini aman
dari penyadapan dan jamming. Kecanggihan alat
tersebut diganjar penghargaan Upakarti, Desain Terbaik,
dan Kreasi Prima. Peralatan berbentuk kotak berwarna
hijau tentara ini memiliki berat 5 kg dengan baterai
yang tahan dipasang selama 24 jam. Baterai yang
dipakai bisa diisi ulang dengan memakai energi solar
cell. Satu amphere solar cell bisa mengisi baterai selama
1 jam.PT LEN Industri kini sedang melakukan
perbaikan- perbaikan, terutama untuk berat radio dan
antene. Menurut Yuniardi, saat ini bobot radio masih
terlalu berat. "Kalau bisa, di bawah 5 kg, yakni dengan
cara mengurangi konsumsi daya baterai. Kemudian
antenanya juga kurang efisien." Antena HF yang
menggunakan frekuensi rendah membutuhkan antena
panjang untuk bisa menerima frekuensi yang bagus. PT
LEN Industri saat ini sedang mengembangkan Manpack
FISCOR-100 dari sistem analog menuju digital. Risetnya
sudah dimulai sekarang ini.

Sumber : Kemenristek

Penulis & Editor
ANCA | ancablogspot.com
©copyright 2014
Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.

Jumat, 16 Mei 2014

Menuju Latgab Pesta Purnama Purna

Analisis Militer ancablogspot.com
Bulan-bulan mendatang ini kita akan menyaksikan
rangkaian perjalanan riang gembira manakala
hulubalang kita semakin gagah dengan baju
alutsista baru. Bersamaan dengan itu serial latihan
kesatuan, antar kesatuan sampai antar matra
adalah rangkaian aktivitas menuju purnama
latgab. Puncak purnama itu adalah melantunkan
lagu perpisahan kepada sosok yang telah
mempurnamakan alutsista TNI. Sekalian
mengantar purna jalan tugas panglima tertinggi
karena telah sampai di batas tugas.
Bulan Mei ini berbagai latihan parsial dilakukan
matra TNI. Marinir melakukan latihan serbuan
pantai di Situbondo. Berbagai batalyon TNI AD
melakukan uji tembak senjata berat. Sejumlah
kapal perang melakukan latihan tempur di laut
Jawa. Disaat yang sama puluhan KRI telah pula
bersiaga di Ambalat dalam satuan tugas gabungan
AL dan AU. Operasi militer gabungan ini adalah
yang pertama kali dilakukan dan diberi nama
Garda Wibawa 14 dengan melibatkan jet tempur,
satuan radar, kapal perang, marinir, paskhas dan
intelijen. Latihan ini dibackup oleh satuan tempur
TNI AD di Kodam Mulawarman Kaltim Kaltara dan
Kodam Wirabuana Sulawesi.
Sementara di perairan kawasan timur Indonesia
telah pula disiagakan setidaknya 14 KRI untuk tugas
mengamankan laut Arafuru dan laut Timor.
Bersamaan dengan itu kesiagaan unsur tempur
laut juga hadir di perairan Natuna dan Selat
Malaka. Sejalan dengan itu isian distribusi alutsista
mulai disebar misalnya untuk artileri kelas berat
KH179 155mm buatan Korea untuk Aceh, Kalbar
dan Kaltim. Artileri KH178 105mm disebar untuk
yon Armed Kodam di Jawa. Lhok Seumawe,
Dumai, Bontang dan Jakarta juga sudah menerima
sejumlah rudal SAM.
Juli ini pembentukan armada timur TNI AL yang
berpusat di Sorong segera direalisasikan, tentu
bersamaan dengan pengembangan divisi ke 3
Marinir dengan kekuatan 15.000 marinir. Seiring
dengan itu Divisi 3 Kostrad segera membangun
markas di Semarang bersinergi dengan Korps
Penerbad yang memiliki berbagai jenis helikopter
tempur dan angkut. Divisi 3 Kostrad merupakan
pengembangan dari dua divisi sebelumnya.
Semua pengembangan kekuatan itu pada akhirnya
nanti akan menjadi pilar utama pembentukan
Kogabwilhan yang direncanakan tahun ini.
Berbagai alutsista juga menunggu ketibaan,
diantaranya 3 KRI Bung Tomo Class, 3 KCR 60 m
PAL, 3 LST, 2 BCM, 50 MBT Leopard, 40 Marder, 38
Caesar Nexter, 36 MLRS Astross II, 24 F16 blok 52,
12 Super Tucano, 4 UAV Heron, 4 radar, sejumlah
peluru kendali berbagai jenis, mulai dari rudal anti
tank, rudal SAM, rudal anti kapal sampai rudal
udara ke permukaan. Pesawat angkut berat
Hercules juga akan bertambah 9 unit termasuk dari
jenis CN295 sebanyak 16 unit. Setidaknya itu list
yang sudah dipublikasi jauh-jauh hari, tentu ada
juga list belanja yang tidak dipublikasi, masak sih
semua harus diumumkan.
Latgab purnama akan menampilkan serial latihan
dengan sejumlah alutsista baru. Termasuk
penembakan rudal udara ke permukaan dari jet
tempur Sukhoi. Penembakan rudal anti kapal
Exocet MM40 blok 3 dari KRI Sigma yang selama ini
tidak pernah dipublikasikan. Ini merupakan
kejutan tersendiri disamping gempuran rudal
Sukhoi ke salah satu kapal permukaan milik TNI AL
yang sudah tidak dipakai. Puncak dari semua
kegiatan itu adalah memberikan nilai purnama dan
purna tugas pada Panglima Tertinggi yang akan
digelar dalam sebuah pesta hari jadi 5 Oktober
2014 di Naval Base Surabaya.
Selama lima tahun ini kekuatan alutsista TNI
berkembang secara signifikan dan itu tak lepas dari
pola strategi dan keputusan bagus dari RI-1.
Kekuatan militer Indonesia mengikuti
perkembangan dan pertumbuhan ekonomi
negara ini yang selama 10 tahun terakhir ini
menunjukkan trend positif sampai akhirnya RI
masuk urutan 10 besar ekonomi dunia yang
dikenal dengan PDB (Product Domestic Bruto dan
PPP (Purchase Power Parity). Logikanya dengan
semakin bagus kondisi ekonomi kita maka
perkuatan militer dan alutsista TNI semakin
membungakan dan membanggakan hati. Dan itu
layak untuk sebuah negara kepulauan terbesar dan
penduduk no 4 terbesar di dunia.
Latgab 2014 adalah kelayakan
pertanggungjawaban kepada rakyat bangsa bahwa
tentara yang telah dibelikan alutsista modern harus
mampu menunjukkan kemampuannya dan
senantiasa bersiap siaga dalam segala cuaca untuk
menjaga dan mewibawakan teritori NKRI.
Keistimewaan Latgab 2014 adalah kehadiran
berbagai alat tempur mutakhir dan sekaligus
mengiringi langkah akhir dari seorang Presiden
yang telah memberikan nilai luar biasa pada
perkuatan militer RI.
Maka pesta 5 Oktober 2014 adalah pernyataan
kepurnamaan tentara yang selama 5 tahun ini
diterangi dengan rembulan alutsista anyar menuju
purnama. Sosok yang telah mempurnamakan TNI
itu telah pula mempurnakan tugas pekerjaannya.
Di mata TNI tentu nilai layak yang pantas
disandangkan panglima tertinggi itu adalah cum
laude. Ini adalah purnama pertama yang
membanggakan. Tentu kita masih ingin
menyaksikan purnama-purnama yang lain untuk
membaguskan tentara kita, untuk
menggagahgaharkan tentara kita. SBY telah
meletakkan fondasi modernisasi militer kita. Kita
berharap presiden selanjutnya dapat
meneruskannya dengan langkah tegap
mengembangkuatkan tentara berikut
kesejahteraannya.
****
Jagvane


Penulis & Editor

ANCA | ancablogspot.com
©copyright 2014
Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.

La Pattawe Matinroe ri Bettung Raja Bone ke-9 Tahun 1565-1602

La Pattawe Matinroe ri Bettung Raja Bone ke-9 Tahun 1565-1602 La Pattawe Daeng Soreang Matinroe ri Bettung (Bulukumba) adalah raja Bone ke-9...