Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 10 September 2013

AS lacak system pertahanan udara Suriah

BUK-M2E = (NATO) SA-17 Grizzly
(foto google)


ancablogspo.com ©copyright 2013
Di tengah polemik jadi tidaknya serangan militer
ke Suriah, Amerika Serikat terus mengumpulkan
data terkait kekuatan militer Presiden Bashar al
Assad. Data terbaru yang ditemukan antara lain,
Suriah telah memiliki senjata anti serangan udara
Buk-M2E varian 9K37, Nato menyebutnya SA-17
'Grizzly. Gambar di atas merupakan hasil capture
dari video yang dirilis kelompok oposisi Suriah
pada tanggal 3 September 2013, yang
menunjukkan Buk-M2E tipe 9K37 (transporter
erector launcher and radar) TELAR, sedang
bergerak di Pangkalan Udara Al-Mezzah, dekat
Kota Damaskus.
Rusia telah mengirimkan sejumlah sistem rudal
anti serangan udara jangka pendek kepada
Suriah sepanjang tahun 2010 hingga 2012,
namun tidak diketahui jumlahnya secara persis.
Salah satunya sempat terlihat dalam video latihan
militer Suriah yang ditayangkan stasiun televisi
Suriah pada tahun 2012.
SAM Buk-M2E TELAR yang bergerak ke Pangkalan
Udara Al-Mezzah, yang direkam oposisi 12 Mei
2013 (Syrian Revolution Documentation Centre)
Video yang dirilis oposisi Suriah pada bulan Mei
2013, juga menunjukkan sistem pertahanan
udara Buk-M2E sedang diangkut dengan tujuan
ke Pangkalan Udara Al-Mezzah.
Video terbaru menegaskan bahwa Buk-M2E Telar
telah ditempatkan di Pangkalan Udara Al-mezzah.
Diperbandingkan dengan citra satelit, video itu
direkam dari arah timur laut, dari sebuah
bangunan bertingkat.
Sistem Rudal Buk-M2 9K37 diproduksi tahun
1983 dan terus dikembangkan pada tahun 1998
dengan power dan akurasi yang ditingkatkan.
Pada tahun 2007, Rusia menyiapkan rudal baru
yang lebih canggih untuk Buk-M2, yakni missile
9M317. Buk-M2 9K37 telah teruji dalam perang
Rusia dengan Georgia di Osetia Selatan pada
tahun 2008. Setidaknya 4 UAV/drone miliki
Georgia ditembak jatuh oleh 9K37.
Rudal anti udara jarak menengah buatan Rusia ini
didisain untuk melindungi pasukan di lapangan
maupun markas militer atau Pangkalan Udara.
Rudal pengembangan dari Buk M1 dirancang
untuk merontokkan fighter, bomber, rudal balistik
maupun jelajah, air-launched missiles, guided
aerial bombs, helikopter serta UAV/drone. Namun
bisa juga digunakan untuk menghancurkan
sasaran permukaan laut maupun darat. Sistem
pertahanan udara yang bersifat mobile ini,
mampu menghadang berbagai target yang
terbang dalam ketinggian 10 hingga 24.000
meter dengan jangkauan maksimum 50 km dan
dapat mengunci secara bersamaan 24 sasaran
yang datang dari berbagai arah.


Sumber :Jkgr
Salam penulis :
ANCA | ancablogspot.com
©copyright 2013

Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.

AS lacak system pertahanan udara Suriah

BUK-M2E = (NATO) SA-17 Grizzly
(foto google)


ancablogspo.com ©copyright 2013
Di tengah polemik jadi tidaknya serangan militer
ke Suriah, Amerika Serikat terus mengumpulkan
data terkait kekuatan militer Presiden Bashar al
Assad. Data terbaru yang ditemukan antara lain,
Suriah telah memiliki senjata anti serangan udara
Buk-M2E varian 9K37, Nato menyebutnya SA-17
'Grizzly. Gambar di atas merupakan hasil capture
dari video yang dirilis kelompok oposisi Suriah
pada tanggal 3 September 2013, yang
menunjukkan Buk-M2E tipe 9K37 (transporter
erector launcher and radar) TELAR, sedang
bergerak di Pangkalan Udara Al-Mezzah, dekat
Kota Damaskus.
Rusia telah mengirimkan sejumlah sistem rudal
anti serangan udara jangka pendek kepada
Suriah sepanjang tahun 2010 hingga 2012,
namun tidak diketahui jumlahnya secara persis.
Salah satunya sempat terlihat dalam video latihan
militer Suriah yang ditayangkan stasiun televisi
Suriah pada tahun 2012.
SAM Buk-M2E TELAR yang bergerak ke Pangkalan
Udara Al-Mezzah, yang direkam oposisi 12 Mei
2013 (Syrian Revolution Documentation Centre)
Video yang dirilis oposisi Suriah pada bulan Mei
2013, juga menunjukkan sistem pertahanan
udara Buk-M2E sedang diangkut dengan tujuan
ke Pangkalan Udara Al-Mezzah.
Video terbaru menegaskan bahwa Buk-M2E Telar
telah ditempatkan di Pangkalan Udara Al-mezzah.
Diperbandingkan dengan citra satelit, video itu
direkam dari arah timur laut, dari sebuah
bangunan bertingkat.
Sistem Rudal Buk-M2 9K37 diproduksi tahun
1983 dan terus dikembangkan pada tahun 1998
dengan power dan akurasi yang ditingkatkan.
Pada tahun 2007, Rusia menyiapkan rudal baru
yang lebih canggih untuk Buk-M2, yakni missile
9M317. Buk-M2 9K37 telah teruji dalam perang
Rusia dengan Georgia di Osetia Selatan pada
tahun 2008. Setidaknya 4 UAV/drone miliki
Georgia ditembak jatuh oleh 9K37.
Rudal anti udara jarak menengah buatan Rusia ini
didisain untuk melindungi pasukan di lapangan
maupun markas militer atau Pangkalan Udara.
Rudal pengembangan dari Buk M1 dirancang
untuk merontokkan fighter, bomber, rudal balistik
maupun jelajah, air-launched missiles, guided
aerial bombs, helikopter serta UAV/drone. Namun
bisa juga digunakan untuk menghancurkan
sasaran permukaan laut maupun darat. Sistem
pertahanan udara yang bersifat mobile ini,
mampu menghadang berbagai target yang
terbang dalam ketinggian 10 hingga 24.000
meter dengan jangkauan maksimum 50 km dan
dapat mengunci secara bersamaan 24 sasaran
yang datang dari berbagai arah.


Sumber :Jkgr
Salam penulis :
ANCA | ancablogspot.com
©copyright 2013

Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.