Jumat, 08 Juli 2016

Helikopter TNI jatuh di yogyakarta timpa rumah warga

gambar ilustrasi

ancablgspot.com
Sebuah pesawat  helikopter jatuh di areal permukiman yang berada di Dusun Kowang, Tamanmartani, Kalasan pada Jumat (8/7/2016) sore.

Belum diketahui jenis pesawat maupun korban akibat kejadian tersebut.

Sementara berdasarkan gambar yang diterima tribunjogja.com, terlihat  helikopter  ini berkelir hijau tua

"Helikopter tibo nang omah om q, kowang tamanmartani kalasan. Akeh polisi akeh wong.." tulis akun @Nai_hapsari.

Lokasi kejadian saat ini didatangi oleh warga yang berbondong-bondong menuju ke arah lokasi jatuhnya pesawat.

Adapun saat ini wartawan Tribun Jogja (Grup Kompas Gramedia) tengah melakukan konfirmasi ke pihak berwenang dan ke lokasi kejadian.

sumber : suryamalang

Penulis & Editor
ANCA | ancablogspot.com
©copyright 2016

Minggu, 17 April 2016

Analisis penyanderaan 14 WNI secara beruntun

Analisa dangkal

1. Kegiatan penyanderaan dilakukan di daerah perbatasan antara Malaysia dengan Filipina yang secara wilayah sebenarnya masuk wilayah Filipina, akan tetapi daerah ini seperti tidak bertuan, dikarenakan pemerintah Filipina sendiri seakan tidak berkumis di daerah ini. Jangankan menjalankan pemerintahan, mengirimkan pasukan keamanan baik polisi maupun militér pun, seakan akan hanya sekedar sebagai santapan bagi para separatists.

2. Para penculik selalu diidentikan dengan pasukan Abu Sayyaf tetapi kita selalu dibuat bingung, faksi mana dari sempalan Abu Sayyaf ini yang melakukan penculikan.

3. Ada indikasi bahwa yang melakukan penculikan bukanlah sempalan Abu Sayyaf, akan tetapi para perompak kriminal yang coba bermain di sini. Posisi para perompak ini adalah melakukan penculikan dan kemudian para sandera dijual pada sempalan Abu Sayyaf di daratan.3. Malaysia juga sepertinya melakukan pembiaran tanpa melakukan patroli atau setidaknya mengirimkan kapal perangnya di wilayah ini, padahal perbatasan Tanjung datuk dulu ramai oleh kapal perang Malaysia ketika bersiteru dengan Indonesia tentang masalah ambalat

4. Wajar jika akhirnya Indonesia lah yang bergerak mengirimkan 2 kapal perangnya ke wilayah ini, meskipun ada kesepakatan antara Malaysia dan Filipina dalam melakukan patroli, faktanya baru Indonesia lah yang bergerak mengirimkan kapal perangnya, setidaknya itu yang baru saya dapat informasinya dari media.

5. FIRST SEE FIRST ACT… meskipun tiap tiap kapal perang berada dan berpartisipasi sampai dengan kawasan ZEE masing-masing, akan tetapi jika pada saat itu ada kejadian maka kapal perang terdekat boleh melakukan tindakan masuk ke wilayah tetangganya untuk melakukan tindakan penyelamatan, mungkin kapal kapal Indonesia lah yang akan banyak beraksi.

6. Pernyataan Presiden yang menyatakan bahwa TNI sudah ada di sebelah kiri dan kanan Abu Sayyaf,adalah sebuah pernyataan ambigu dan tak usah diperdebatan sekan akan presiden salah ucap, bisa jadi ini hanya pernyataan untuk menenangkan atau bisa jadi memang kenyataannya begitu, masih ingakah kita bahwa Indonesia akan mengirimkan Advisor militer ke Filipina? Apakah ada informasi nama siapa yang dikirim? Individu atau satu pasukan?.. Heheh

7. Peranan para teroris yang ditahan pihak Indonesia sebagai penghubung kepada kelompok Abu Sayyaf tidak boleh dikesampingkan, meskipun ada penyangkalan, toh keselamatan para sandera adalah yang utama.

oleh :Pusnus
Copast : JKGR

Penulis & editor 
ANCA | ancablogspot.com
©copyright 2016

Minggu, 03 April 2016

Mengelolah Empat Titik Panas

ancablogspot.com




Mengelola Empat Titik PanasDinamika perjalanan bernegara di setiap negara mengharuskan masing-masing negara memiliki kekuatan militer sebagai pengeloola otot kedaulatan negara. Demikian juga dengan negeri kepulauan khatulistiwa ini. Dinamika yang terjadi dalam hitungan minggu saja mengharuskan militer Indonesia mengelola empat titik panas( hot spot) sekaligus dalam sebuah “musim tak terduga”. Empat titik panas itu adalah Poso, Natuna, Tarakan dan Ambalat.Insiden dengan kapal penjaga pantai Cina di perairan Natuna belum lama ini membuat Jakarta mengepalkan tinju lalu mengirimkan 5 jet tempur F16, 6 KRI, perangkat radar mobile, pasukan infantri, marinir dan paskhas ke Natuna. Dalam waktu yang bersamaan PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat) yang terdiri dari pasukan Kostrad, Marinir dikirim ke Tarakan bersama belasan KRI, puluhan tank amfibi dan jet tempur Sukhoi. Ini juga bagian dari kemarahan republik atas penyanderaan warga kita oleh gerilyawan Abu Sayyaf meski format resminya adalah untuk latihan gabungan obyek vital.Sementara itu untuk hot spot yang lain, Poso sudah digelar operasi gabungan tentara dan polisi untuk “mateni” Santoso. Sedikitnya ada 1 brigade tentara dan 1 brigade polisi mengepung ketat teroris bersama pengikut setianya. Demikian juga Ambalat selalu disiagakan 5-7 KRI untuk berpatroli termasuk melakukan manuver interoperability dengan matra lain, sebuah simulasi untuk pertempuran laut yang sesungguhnya.Pada saat mengelola empat titik panas ini, dibagian lain bumi Indonesia ada hajat besar dan bergengsi berupa latihan gabungan angkatan laut bersama negara-negara sahabat. Kita mengerahkan 15-17 KRI berbagai jenis ke pantai barat Sumatera, tepatnya Padang dan sekitarnya untuk melaksanakan latihan kerjasama Multilateral Exercise Komodo 2016 tanggal 12-16 April dengan 35 negara lain.Dalam manajemen militer tentu suasana ini memerlukan tingkat kewaspadaan yang tinggi karena mengelola empat hot spot tentu memerlukan energi ekstra dan stamina kuat. Pada akhirnya tumpuan utama dari kesiap siagaan itu adalah ketersediaan alutsista yang mencukupi dan berkualitas. Bisa dibayangkan bagaimana mendistribusikan perangkat alutsista untuk empat titik panas dan satu event internasional dimana kita jadi tuan rumah.Belajar dari musim tak terduga ini (tapi kita ini bolak balik belajar tapi gak paham juga) seyogyanya perencanaan kebutuhan alutsista benar-benar diupayakan sehebat mungkin. Tidak lagi dibenturkan dengan ketersediaan anggaran tetapi kebutuhan altusista itu mutlak harus diadakan. Memang perkuatan dan belanja alutsista saat ini sudah menuju ke arah getar tetapi diperlukan percepatan pesan,percepatan kedatangan dan percepatan operasional. Sebagai contoh lihat saja proses pengadaan 24 jettempur F16 up grade, sudah lebih 4 tahun yang datang baru sepertiganya.Kita butuh 12 kapal selam bermutu, dari lima belas tahun yang lalu selalu diperdengarkan lagu itu. Tapi nyatanya sampai hari ini baru ada 2 kapal selam tua. Agak terhibur juga karena sebentar lagi mau datang 3 kapal selam baru dari Korea Selatan. Tetapi ketika kita dapat tambahan 3 kapal selam baru, Singapura sudah punya 6 biji, Vietnam sudah punya 5 biji baru semua. Apalagi kalau bicara Cina, jelas gak nendang.Belum lagi kapal perang permukaan laut, baru sampai ke tingkat fregat ringan. Padahal untuk mengawal perairan laut yang luas ini kita butuh kapal perang kelas destroyer. Belum lagi melihat kekuatan udara yang belum sepadan dengan ruang tugas yang harus diemban. Kalau hanya punya 1 skuadron Sukhoi hanya bagus untuk dipamerkan tapi belum mampu membentengi kedaulatan udara republik tercinta ini.Rasanya kok jadi gak sabar ya melihat kritisnya mengelola empat hot spot dengan kekuatan alutsista yang ada. Ayo buat dong langkah out of the box, over the horizon, duduk bersama bersepakat Pemerintah, DPR lalu keluarkan doktrin baru atau dekrit baru sehubungan dengan ini, sehubungan dengan itu dan seterusnya. Lalu belanja alutsista sehebat mungkin.Changbogo bisa dibuatkan paralel di Surabaya dan Korsel. Atau pesan 2-4 Kilo sebagai alutsista penguat. Sukhoi SU35 juga ditambah tidak hanya 10 biji tapi dua skuadron kebutuhannya. Kapal perang permukaan jenis korvet, fregat dan destroyer segera ditambah secepat mungkin.Alutsista kita masih kalah cerdas dan kalah banyak jika ingin dipersandingkan dengan ruang wilayah yang sangat luas ini, apalagi jika ingin mencapai cita-cita poros maritim. Kekuatan poros maritim ada diangkatan laut dan angkatan udara, maka dua matra ini menjadi fokus utama dan penting untuk dibenahi, dimodernisasi, digaharkan dan dibanggakan.Kita hanya ingin mengingatkan ketika tahun-tahun awal reformasi, TNI mengawal 3 hot spot yang banyak menghabiskan energi yaitu konflik horizontal Maluku, konflik bersenjata Timor Timur dan Aceh. Ketika TNI kita sedang disibukkan dengan tugas berat itu, tetangga sebelah berulah dan mengambil Sipadan Ligitan.Jangan dikira Natuna itu tidak terancam meski berulang kali dikatakan kemenlu Cina bahwa dia tidak keberatan Natuna milik Indonesia. Omongan diplomatik itu sesuai musimnya, kalau musim panas dia bilang “ini itu” tetapi jika musim hujan dia bilang “itu ini”. Namanya juga diplomasi tentu sesuai kepentingan nasionalnya. Nah jalan satu-satunya adalah perkuat otot kedaulatan, perkuat militer sekuatnya. Dengan militer yang kuat dan bersemangat sangat diniscayakan omongan diplomasi kita akan diperhatikan.

*Jagarin pane



Penulis & editor
ANCA > ancbogsot.com
©copyright 2016

Minggu, 27 Desember 2015

Pesawat KFX dikerjakan januari 2016

Desain kfx

ancablogspot.com

Korea Selatan akan menandatangani kontrak formal pembuatan jet tempur baru KFX tanggal 28 Desember 2015. Korea Aerospace Industries Perusahaan (KAI) menandatangani kontrak formal, untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam membangun jet tempur KF-X, dengan nilai kontrak pendanaan sekitar 8,7 triliun Won.

KF-X merupakan jet tempur multi peran generasi 4,5 Korea Selatan, yang dibuat setelah berhasil membuat jet latih T-50 Golden Eagle. Kinerja jet tempur KF-X secara keseluruhan lebih baik daripada : Falcon F-16 (F-16 Fighting Falcon), sifat siluman (stealth) dari (Dassault Rafale) Prancis dan Eurofighter Typhoon, tetapi biaya kurang dari jet tempur F- 35 Lightning II (F-35 Lightning II).

Kontrak formal dengan perusahaan industri kedirgantaraan Indonesia, PT DI ditandatangani pada 22 November 2015, wujud dari partisipasi Indonesia dalam kontrak program pembangunan KF-X.



Berdasarkan ketentuan dari kontrak, Indonesia membayar 20 persen dari biaya pembangunan, atau 1,7 Won. Enam prototype diproduksi sebelum tahun 2025. Angkatan Udara Korea Selatan akan membeli 120 pesawat dan Angkatan Udara Indonesia 80.

Awal bulan ini Desember, Amerika Serikat menyetujui ekspor 21 item utama non-inti bagi pembangunan KF-X untuk Korea Selatan. Untuk mempercepat proyek pembangunan KF-X, dibentuk kelompok yang didedikasikan untuk mengatasi masalah dalam proyek proses pembangunan pesawat tempur ini. Kelompok utama berjumlah 70-80 orang, diharapkan secara resmi dibentukk pada bulan Januari tahun depan.

KF-X adalah kursi tunggal, bermesin ganda, kecepatan puncak 1,97 Mach (Mach), panjang badan pesawat 15,7 meter, lebar sayap 10,7 meter dan berat lepas landas maksimum 24.000 kg. Dengan taktis data link (TADIL), Radar (AESA), pencarian dan melacak sistem inframerah (IRST), sistem standar elektro-optik (EOTS

Penulis & Editor

ANCA ➡ ancablogspot.com
@copyright 2015

Selasa, 22 Desember 2015

Bergerak Cepat Two In One Memperkuat Posisi

ancablogspot.com
Seminggu terakhir menjelang akhir tahun 2015 terdapat sebuah ketidakbiasaan dalam metode kunjungan diplomasi Menteri Indonesia oke luar negeri. Kali ini sebuah terobosan bersejarah dilakukan dalam model kunjungan kombinasi two in one dengan Menlu dan Menhan berkunjung sekaligus ke dua negara strategis di kawasan Asia Pasifik, Jepang dan Australia. Ada apa gerangan.

Pertemuan sehari penuh di Jepang dilakukan tanggal 17 Desember 2015 di sebuah hotel megah di Akasaka Tokyo, tetapi tentu saja tertutup alias rahasia dengan formula two plus two. Indonesia dengan Menlu Retno Marsudi dan Menhan Ryamizard Ryacudu berdiskusi dengan Menlu Jepang Fumio Kishida dan Menhan Gen Nakatami bahas berbagai hal utamanya dinamika kawasan yang sudah terusik dengan gaya militer Cina. Karena bersifat tertutup tentu ada poin strategis yang tidak ingin jadi konsumsi publik meski intelijen sudah siapkan "alat bantu dengar" untuk nguping pembicaraan itu.

Langkah kebijakan luar negeri Indonesia berbasis kebijakan pertahanan merupakan permainan cantik yang ingin diperlihatkan utamanya pada pihak yang sedang membuat Laut Cina Selatan (LCS) demam berkepanjangan. Jepang tentu menyambut hangat kunjungan 2 in 1 ini karena juga akan membuat negeri itu punya "teman yang sepaham" utamanya dalam mengantisipasi konflik LCS. Jepang juga bersedia memenuhi kebutuhan alutsista Indonesia seperti pesawat amfibi ShinMaywa US-2 dan alutsista berteknologi tinggi lainnya. Ini bisa dilakukan karena UU Keamanan Nasional Jepang telah direvisi sehingga dimungkinkan dapat melakukan penjualan alutsista dan transfer teknologinya.

Kunjungan dengan formula yang sama juga dilakukan dengan Australia. Kedua Menteri Indonesia itu bertemu dengan koleganya Menlu Julie Bishop dan Menhan Marisse Payne di gedung Parlemen Persemakmuran Sydney tanggal 21 Desember 2015. Pertemuan juga dilakukan secara tertutup, seharian penuh kemudian dilakukan konferensi pers. Cuma bedanya dalam pertemuan 2 plus 2 ini kalau di Jepang berwarna 3 and 1 maka di Australia warnanya berubah jadi 1 and 3. Di Tokyo Menlu Retno paling cantik sendiri sedang di Sydney Menhan Ryamizard paling ganteng sendiri.

Kunjungan diplomatik cerdas ke dua negara sahabat itu sejatinya ingin memperlihatkan kualitas diplomasi Indonesia yang selalu ingin memandang horizon diplomatik sebagai kekuatan cerdas dalam menyikapi segala persoalan dalam hubungan antar negara. Horizon di depan itu adalah pilihan-pilihan diplomatik yang harus diambil manakala timbul perselisihan. Horizon di depan itu adalah saling ketergantungan antar negara secara mutlak. Oleh sebab itu kekakuan dalam pola diplomatik yang dibangunkembangkan dengan menomorsatukan kekuatan militer justru akan menjadi contoh arogansi kekuatan otot militer berbanding terbalik dengan kecerdasan diplomatik yang hanya setingkat pentium dua.

Inisiatif Indonesia dengan membangun embrio kerjasama pertahanan dengan Jepang dan Australia karena melihat ada kekakuan cara gaul dalam konflik LCS. Meski Indonesia tidak terlibat konflik klaim tetapi sebagai negara yang memiliki geografi strategis tidak bisa tinggal diam karena kita tidak ingin ada konflik dengan letusan senjata. Kalau ini terjadi maka buyarlah tatanan kerukunan, kemajuan ekonomi dan kedamaian lingkungan yang sudah dibangun puluhan tahun. Tidak ada konflik yang tidak bisa diselesaikan di meja perundingan kalau saja pihak-pihak yang berselisih mampu mengedepankan semangat kecerdasan intelektual dalam diplomasi.

Australia dan Jepang adalah mitra strategis Indonesia. Dalam kunjungan Menlu dan Menhan ke sana tidak terlihat sedikitpun ketidaksetaraan itu. Jepang memandang RI sebagai mitra setara, demikian juga dengan Australia. Ketiga negara sama pandang dan sebangun kata bahwa kerjasama diplomatik dengan baju pertahanan perlu diperkuat untuk melawan hawa nafsu pihak yang merasa paling berhak dalam konflik klaim teritori.

Tahun-tahun mendatang ini akan banyak kegiatan latihan militer yang dilakukan Indonesia dengan Jepang dan Australia, demikian juga kerjasama intelijen sebagai satu komponen penting dalam mengantisipasi segala hal, dan juga kerjasama anti teror. Lebih dari itu kesediaan Jepang dan Australia untuk ikut "mengawal" LCS merupakan payung penting untuk menguatkan semangat negara ASEAN yang berkonflik di LCS.

Pesan yang ingin disampaikan adalah jika pihak sana memang menginginkan konflik dengan memamerkan otot militer, pihak sini juga punya kekuatan dengan mengumpulkan otot-otot militer tadi menjadi sebuah kekuatan kombinasi yang punya kekuatan pukul dahsyat. Tetapi lebih elok kiranya jika segala bentuk permusuhan tadi dimusyawarahkan dengan semangat saling ketergantungan dan kerjasama. Dunia masa depan adalah adanya saling ketergantungan antar negara.

Diplomasi Indonesia yang dipertunjukkan sepanjang minggu ini adalah juga dalam rangka memperkuat pertahanan teritori Indonesia. Itulah sebabnya kerjasama pertahanan dan pemenuhan kebutuhan alutsista kita dengan Jepang, Korsel dan Australia menjadi sebuah mata rantai yang tak boleh putus. Kita sedang membenahi mata rantai komando, teknologi komunikasi anti jaming dan anti sadap, pembangunan pangkalan militer, pengembangan kekuatan armada tempur, penambahan skuadron tempur dan radar militer. Ini tentu memerlukan waktu bangun dan kembang.

Kita perkuat ekonomi dan militer kita. Seirama dengan itu memperkuat kerjasama diplomatik dan pertahanan adalah rumusan cerdas yang memang dibutuhkan untuk menjaga nilai-nilai harmoni dan saling menghormati. Kita sedang bangun semua itu, pertumbuhan ekonomi, peningkatan kekuatan militer dan cerdas, ceria dan penuh senyum dalam berdiplomasi. Retno dan Ryamizard telah menjalaninya dengan penuh percaya diri.
(Jagarin pane)

Penulis & Editor
ANCA ➡ ancablogspot.com
@copyright 2015

Selasa, 17 Maret 2015

Ucapkan Selamat Datang Untuk KRI Rigel 933

ancablogspot.com
Sebagai wujud penandatanganan kontrak pengadaan
dua unit kapal survei dan riset bawah air pada Oktober
2013, bertempat di dermaga galangan OCEA Les
Sables d'Olonne – Perancis, 11 Maret lalu, Menhan RI
Ryamizard Ryacudu melaksanakan acara shipnaming
dan commissioning kapal Bantu Hidro Oseanografi-1
(BHO-1) dan mengukuhkan nama KRI Rigel 933.
Berdasarkan kontrak pengadaan kapal, proses
perampungan kapal kedua diperkirakan akan selesai
September 2015.
KRI Rigel 933 yang diawaki 40 personel dijawdwalkan
akan mulai berlayar ke Tanah Air pada 26 Maret
mendatang. Kapal terbuat dari aluminium dengan
bobot 515 ton, dengan dimensi panjang 60,1 meter
dan lebar 11,3 meter. Kapal BHO produksi OCEA ini
merupakan kapal survei dan pemetaan yang canggih
karena dilengkapi dengan peralatan survei hidro-
oseanografi terbaru, yang dapat digunakan untuk
pengumpulan data sampai dengan laut dalam ( deep
water).
Selain itu, kapal juga dilengkapi dengan ROV (Remotely
Operated Vehicle), robot bawah air yang dilengkapi
kamera bawah air, sehingga dapat memberikan
informasi visual kondisi di dalam laut, serta mampu
mengambil contoh material dasar laut sebagai bahan
penelitian, dengan kemampuan sampai dengan
kedalaman 1000 meter. Dalam melaksanakan
manuver kapal ini dilengkapi dengan Dynamic
Position, Auto Pilot 70 dan stabilitas kapal
menggunakan Anti Rolling Tank. Sebelum hadirnya KRI
Rigel 933, andalan Dishidros (Dinas Hidro-
Oseanografi) TNI AL adalah KRI Dewa Kembar 932
untuk misi pemetaan bawah laut.

Untuk bekal persenjataan, KRI Rigel 933 dibekali
kanon Rheinmetall kaliber 20 mm pada haluan yang
dikendalikan manual dan ada dua pucuk SMB
(senapan mesin besar) kaliber 12,7 mm pada buritan .
Dalam pengoperasia, kapal BHO ini diharapkan dapat
lebih mendukung peran Dishidros pada khususnya
dan TNI AL pada umumnya dalam melaksanakan
kemampuan survei dan pemetaan untuk kepentingan
militer dan sipil yang dapat dimanfaatkan untuk
kepentingan pertahanan dan pelayaran sipil di
Indonesia. Nama Rigel diambil dari bintang paling
terang di rasi Orion dan bintang paling terang keenam
di langit malam.
By (Bayu Pamungkas)

Penulis/Editor
ANCA|ancablogspot.com
@copyrigh 2015

Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.

Sabtu, 07 Februari 2015

Menanti Detik Penentuan kepastian sukhoi SU-35 pengganti F-5

Sukhoi SU-35



ancablogspot.com Panglima TNI Jenderal Moeldoko
mengatakan, ada rencana embelian alat utama
sistem persenjataan (alutsista) baru menggantikan
perlengkapan lama. "Iya, ada rencana pembelian
alutsista baru, khususnya pembaruan beberapa
pesawat tempur TNI," kata Panglima TNI Jenderal
Moeldoko, saat menghadiri olahraga bersama
prajurit di Mako Kopassus, Jakarta, Jumat
(6/2/2015).
Menurut dia, hal tersebut masih berupa rencana
dan belum ditindaklanjuti hingga hal teknis. Ia
berpendapat, masa pakai pesawat yang sekarang
kemungkinan sudah ada beberapa yang harus
diganti demi menjaga kualitas kekuatan.
"Semua ini masih rencana dan masih kami
bicarakan dengan Kementerian Pertahanan,
belum ada keputusan akhir," tuturnya.
Sukhoi SU 35
Beberapa pesawat yang akan diperbarui adalah
jenis jet F5 yang akan diganti Sukhoi 35, Gripen,
atau F-16. Mengenai anggaran, Jenderal Moeldoko
belum bisa menyebutkan secara pasti karena
belum ada pembahasan mengenai jumlah
nominal.
"Anggaran tentang pertahanan belum sampai
tahap akhir sehingga belum ada rincian pasti,"
ujarnya. Ia mengatakan, anggaran akhir
pertahanan akan ditentukan setelah tanggal 12
Februari 2015. "Semuanya sudah masuk dalam
tahap perencanaan, nanti akan dikaji bersama
dengan Kementerian Pertahanan," ucapnya.
Jenderal Moeldoko berharap, rencana ini bisa
memperkuat kekuatan TNI dalam rangka upaya
mempertahankan stabilitas keamanan negara
melalui kualitas alat tempur. (Kompas.com).



Penulis & Editor
ANCA | ancablogspot.com
@copyright 2015
Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.

La Pattawe Matinroe ri Bettung Raja Bone ke-9 Tahun 1565-1602

La Pattawe Matinroe ri Bettung Raja Bone ke-9 Tahun 1565-1602 La Pattawe Daeng Soreang Matinroe ri Bettung (Bulukumba) adalah raja Bone ke-9...