Jumat, 16 Agustus 2013

Konsep Rumah Minimalis

Rumah minimalis sederhana
Foto (ancablogspot.com)



ancablogspot.com ©copyright 2013
Bentuk Rumah Minimalis, Jika dilihat dari
perkembangan rumah minimalis yang ada, ada
banyak permintaan untuk pintu dan jendela
rumah minimalis yang ada, anda dapat
mempertimbangkan untuk dapat membangun
sebuah konsep rumah minimalis yang tepat bagi
anda, termasuk adalah dari sisi desain dan
konsep yang ada untuk dapat membangun
sebuah konsep rumah minimalis yang tepat bagi
anda. Apalagi jika kita juga tinggal di Indonesia,
tentu kita juga membutuhkan sebuah rumah
dengan tampilan eksterior dan interior yang tepat
bagi kita agar kita dapat nyaman untuk dapat
tinggal di dalam rumah kita.

Bentuk Rumah Minimalis

Hal tersebut dapat kita lakukan dengan
membangun terlebih dahulu rancangan dari
rumah yang tepat bagi kita, salah satunya yang
perlu kita perhatikan adalah dari sisi sirkulasi
udara yang ada, yaitu bagaimana kita dapat
memberikan sirkulasi udara yang tepat bagi kita,
dengan desain pintu dan jendela untuk iklim
tropis yang ada, akan dapat memberikan banyak
pengaruh kepada desain rumah kita. Anda juga
dapat mempertimbangkan untuk dapat memilih
terlebih dahulu beberapa jenis bangunan dengan
bahan yang terbuat dari kayu jati, sebab dengan
menggunakan bahan yang terbuat dari kayu
akan dapat memberikan sedikit kombinasi yang
menarik buat desain dari rumah minimalis yang
mau kita bangun, termasuk didalamnya adalah
bagaimana kita juga harus dapat memperhatikan
konsep dan desain yang tepat bagi rumah
minimalis yang ingin kita rancang.



Salam penulis:
ANCA | ancablogspot.com
©copyright 2013
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Senin, 12 Agustus 2013

Enam Pesawat Tempur F-16 Akan Meriahkan HUT Kemerdekaan

Foto F-16/fighting falcon
( Image ancablogspot.com )





Pesawat tempur F-16/Fighting Falcon saat keluar
dari Shelter Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi
untuk melaksanakan latihan fly pass bergabung
dengan pesawat Sukhoi, Kamis (8/8). (Foto:
Pentak Lanud Iswahjudi)
12 Agustus 2013, Magetan: Sebanyak enam
pesawat tempur F-16/Fighting Falcon dari
Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, yang akan
memeriahkan peringatan HUT ke-68
Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana negara
tinggalkan Home Basse menuju Lanud Halim
Perdanakusuma, Kamis (12/8).
Pesawat tempur F-16/Fighting Falcon tersebut
akan bergabung dengan pesawat Sukhoi dari
Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin,
Makassar untuk mengadakan latihan bersama/fly
pass untuk memeriahkan HUT ke-68
Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2013
mendatang.
Keberangkatan pesawat F-16/Fighting Falcon
dalam rangka latihan fly pass yang akan
dilaksanakan kurang lebih satu minggu tersebut
dipimpin langsung oleh Komandan Skadron
Udara 3 Letkol Pnb Setiawan.



Sumber: Pentak Lanud Iswahjudi

Salam penulis :
ANCA | ancablogspot.com
©copyright 2013

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Minggu, 11 Agustus 2013

JOKOWI Harapan semua !

Foto Jokowi (image ancablogspot)

ancablogspot.com ©copyright 2013
Jokowi adalah pembawa harapan. Ahok juga.
Sudah lama Indonesia mengalami penyakit bengek
hingga ringkih bergerak maju dan tertinggal jauh
dari teman satu start semisal Korea Selatan.
Kedatangan mereka menjadi angin surga untuk
mengejar ketinggalan.
Jokowi dan Ahok barangkali muncul sedikit
terlambat . Meskipun demikian kedatangan
mereka seperti air di padang pasir. Mudah-
mudahan bukan fatamorgana.
Mereka memulainya dari Jakarta, ibu kota negara.
Berbagai persoalan Jakarta sejak kedatangan
mereka, mulai sedikit terurai benang-benang
kusut yang selama ini seperti bingung mencari
solusi atau tidak peduli. Jokowi dan Ahok seperti
petugas kebersihan yang coba menghilangkan
kerak-kerak berkarat akibat mengendap bertahun-
tahun di lantai kamar mandi yang telah menjadi
tempat pesta pora kelompok bakteri dan parasit.
Ketika formula-formula jitu dan jurus-jurus ampuh
telah dikeluarkan oleh Jokowi dan Ahok, kelompok
bakteri dan parasit mulai berkoar-koar protes
karena sumber pencarian mereka telah dihabisi.
Tetapi Jokowi dan Ahok tidak peduli mereka punya
diterjen ampuh untuk parasit dan bakteri.
Kinerja Jokowi dan Ahok meskipun baru beberapa
bulan berkerja sudah mampu melebihi kinerja
pejabat-pejabat sebelumnya. Walaupun hasil
belum begitu nyata tetapi segala persoalan sudah
terpeta. Harapan masyarakat Jakarta terhadap
mereka begitu besar. Hanya Jokowi dan Ahoklah
yang mampu membereskan persoalan Jakarta.
Begitu kata mereka.
Sementara itu nama Jokowi dan Ahok sudah
berkibar secara nasional lewat gebrakan-gebrakan
mereka yang begitu memukau, ditonton melalui
TV, media surat kabar, dan internet di seluruh
pelosok Indonesia. Masyarakat Indonesia mulai
memahami kepemimpinan yang mereka mau.
Jokowi dan Ahoklah yang memberi pemahaman
itu. Seolah-olah Jokowi dan Ahok berkata, " kutahu
apa yang kalian mau."
Masyarakat Indonesia mulai bersiasat untuk
merampas Jokowi dari Jakarta. Dan Ahok dibiarkan
menjadi Gubernur Jakarta. Relawan-relawan Jokowi
mulai mencari dukungan untuk menobatkan
Jokowi menjadi RI 1. Mereka juga akan memaksa
partai Jokowi untuk mencapreskan Jokowi.
Tetapi kita harus sadar Jokowi dan Ahok seperti
asam dan garam meski berasal dari tempat
berbeda, satu di laut satu di gunung, tetapi
menyatu di belanga. Jokowi dan Ahok seperti yin
dan yang yang tidak dapat dipisahkan. Mereka
adalah duet maut. Siapa tahu mereka akan
menjadi pasangan macan yang membawa
Indonesia menjadi disegani di Asia.
Mereka seperti Ronaldo dan Rivaldo yang
membawa Brazil menjuarai dunia. Lalu siapa
Ronaldinho? Silakan pilih antara Dahlan Iskan atau
Mahfud MD atau gabungan kedua-duanya. Untuk
itu Menteri Koordinator Ekonomi dan Hukum perlu
diberi wewenang lebih besar.Siapa tahu assist
Mahfud MD dan Dahlan Iskan bisa membuat
pasangan Jokowi Ahok menggetarkan panggung
dunia. Siapa tahu.
Karena itu mari kita singkirkan kepentingan
kelompok karena kepentingan kelompok hanya
akan memecah-belahkan kita. Mari kita bersatu
untuk kepentingan nasional yang akan membawa
negeri ini menjadi lebih terhormat, damai, dan
sejahtera ,,,,, Amin_


Sumber : Kompasianer
Salam penulis :
ANCA | ancablogspot.com
©copyright 2013
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Rabu, 07 Agustus 2013

Spirit Bertentara

300 Anoa sudah ditangan TNI (foto ancablogspot.com)


ancablogspot.com ©copyright 2013
Kepantasan pemerintahan SBY selama 5 tahun
terakhir ini yang patut dicatat sebagai nilai cum
laude adalah memberikan baju pakaian alutsista
layak pakai kepada salah satu pilar penyangga
NKRI, Tentara Nasional Indonesia. Sebelum itu
dan juga pemerintah ORBA sebelumnya,
perhatian untuk memakaikan pakaian perang
yang layak tempur kepada garda republik
memang tetap diberikan. Namun semua itu
belum mampu menegakkan kegagahan dan
kewibawaan tentara kita karena pakaian itu tidak
layak disandingkan dalam setiap "festival"
alutsista yang ditandingkan.
Tentara sesungguhnya adalah bagian dari naluri
bernegara. Ketika negara ini diproklamirkan 68
tahun yang lalu, tentara rakyat yang kemudian
menjelma menjadi tentara nasional adalah
kekuatan beton bertulang yang mampu
mengawal kibaran merah putih di seluruh tanah
air, meskipun persenjataannya minim. Episode
perang kemerdekaan sebagai konsekuansi
proklamasi 17 Agusttus 1945 berujung pada
kelelahan pihak penjajah sampai akhirnya
mengakui kedaulatan Republik Indonesia akhir
Desember 1949. Bukankah itu hasil perjuangan
tentara dan rakyat.
Spirit bertentara sesungguhnya ingin mengajak
khalayak untuk mengapresiasi ruang tugas yang
diemban tentara kita. Kebanggaan bertentara
diletakkan pada nilai kesediaannya untruk
kontrak mati, meletakkan jiwa raga pada
pengabdian tugas utama menjaga dan
mewibawakan kedaulatan NKRI. Oleh karena itu
jangan sampai ada pemikiran untuk bersu'uzon
pada pengawal republik ini karena dinamika
kawasan selama ini tidak memberikan
kesempatan untuk terjadinya perang antar
negara. Jelasnya karena tidak ada perang tidak
ada yang dikerjakan. Justru semua orang di
dunia ini tidak menginginkan terjadinya perang
karena akhirnya akan menyengsarakan nilai
eksistensi dan harkat manusia dan negara.
Tentara adalah bagian dari kebersamaan
perjalananan semua komponen bangsa untuk
membangun dan mensejahterakan rakyat
bangsa. Perjalanan menuju kesejahteraan
bangsa ini termasuk bagian dari partisipasi
tentara yang selalu mengawal dan menjaganya
pada apa yang disebut kedaulatan dan harga diri
bangsa. Nilai itu dalam ukuran persepsi dan
perspektif keperansertaan menuju kesejahteraan
bangsa seakan tidak merupakan bagian dari
substansi. Namun banyak yang tidak menyadari
bahwa kehadiran peran kesetiaan dan pengawal
harga diri kedaulatan yang diemban TNI justru
menjadi faktor utama dalam mengiringi tahapan
menuju kesejahteraan bangsa.
Natuna dan Ambalat salah satu contohnya.
Kehadiran tentara disana berikut sejumlah
alutsistanya adalah upaya untuk menegaskan
bahwa teritori ini dengan sejuta kekayaan
sumber daya alamnya adalah bagian dari tubuh
kami. Jangan coba ganggu apalagi ambil kalau
tidak ingin bertarung sampai mati. Ini bagian
dari simbol menjaga harkat dan martabat
sembari tetap melangkah bersama menuju
kesejahteraan bangsa. Sepintas seperti tidak
memberikan nilai kontribusi pada nilai
kesejahteraan tetapi kehadiran tentara dengan
alutsista yang setara di border negara tentu
memberikan nilai tawar bahkan gentar bagi
pihak manapun yang ingin menganggu teritori
bangsa ini. Menjaga Natuna dan Ambalat adalah
upaya mengawal tingkat kesejahteraan itu.
Bukankah di dua kawasan itu tersimpan potensi
energi fosil yang berlimpah.
Untuk itu maka perkuatan alutsista TNI bukanlah
sesuatu yang mewah dan mengada-ada.
Perkuatan alutsista merupakan kebutuhan
mutlak bagi tentara dan negara. Perkuatan ini
juga bagian dari upaya memoles nilai diri bangsa
terutama terkait dengan posisi diplomatik, posisi
hubungan bertetangga dan posisi postur diri
dalam berinteraksi secara dinamis. Jadi tidak
semata-mata untuk perang. Kekuatan tentara
dan alutsista sebuah negara bangsa diyakini
mampu meredam keinginan untuk berperang
bagi negara mana pun karena daya gentar dan
gebraknya. Lihat saja kekuatan militer AS, siapa
sih yang berani mau ngajak perang sama Paman
Sam.
Menyongsong peringatan hari kemerdekaan
tahun ini, selayaknya kita merenungkan
eksistensi perjalanan bangsa ini yang sudah
mencapai usia 68 tahun. Peran serta tentara
yang selalu setia menjaga harkat dan martabat
bangsa dalam dinamika kawasan maupun ambisi
separatis dari sekelompok gerakan bersenjata,
sudah dibuktikan dan terbukti. Kesetiaan tentara
pada negara ini adalah memastikan langkah dan
nilai perjalanan bangsa untuk membangun dan
mengembangkan rumah tangga Indonesia
menuju cita-cita konstitusi yang telah disepakati.
Maka ketika berbagai jenis alutsista mulai
berdatangan untuk sebuah kepantasan bagi
pengawal republik, sepantasnya pula kita hendak
menyatakan bahwa ini bukan kedatangan
pertama dan terakhir. Kita hendak
menyampaikan suara mayoritas rakyat yang
diyakini bagian dari kecintaan kepada TNI bahwa
modernisasi persenjataan TNI harus terus
berlanjut meskipun RI-1 berganti figur.
Kedatangan berbagai jenis alutsista yang sudah
jauh hari dipesan bukanlah merupakan expense
yang membebani negara tetapi justru
merupakan investasi dan asset yang mutlak
diperlukan untuk mengawal eksistensi
bernegara.
Dinamika kawasan yang mudah tersulut, sikap
paranoid AS terhadap Cina karena hegemoninya
tergerus, cara pandang Australia yang mendua
terhadap RI merupakan fakta tak terbantahkan.
Tentu perjalanan bergelombang ini
mengharuskan RI waspada sembari tetap
menyebar senyum pertemanan. Salah satu
langkah kewaspadaan itu adalah memberikan
kekuatan pakaian alutsista pada hulubalangnya.
Perkuatan alutsista ini tidak sekedar mengejar
ketertinggalan, tetapi lebih dari itu. Dalam dua
tahapan MEF berikutnya seiring dengan
kekuatan daya beli dan PDB yang semakin
meningkat, perkuatan alutsista TNI adalah
realisasi yang sudah di depan mata.
Dirgahayu Republik Indonesia
Jayalah Tentaraku
Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1434 H
*******


Sumber : Jagvane / 6 Agustus 2013
Penulis. : ANCA | ancablogspot.com
©copyright 2013
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Minggu, 04 Agustus 2013

Apache lead the way

Foto heli serang Apache (image ancablogspot.com)



ancablogspot.com ©copyright 2013
Akhir-akhir ini, terutama menjelang masa
perubahan APBN 2013 beberapa waktu lalu,
beredar kabar akan ditundanya pembelian heli
serang Apache.
Atau setidaknya banyak pernyataan dari
kementrian pertahanan yang menyebutkan,
pembelian Apache masih akan ditinjau atau
dinegosiasikan.
Pernyataan tersebut, tidaklah sepenuhnya salah.
Namun kenyataannya, Kemenhan telah memiliki
rencana yang jelas terkait pembelian heli serang
buatan Amerika Serikat itu.
Dari data yang ARC dapatkan, yaitu program
Rencana Kerja Pemerintah 2014, rencana
pembelian Apache terpampang jelas. Anggaran
untuk pembelian pun telah disiapkan tidak
hanya untuk tahun 2014, melainkan juga hingga
tahun 2017.
Di tahun 2014, dianggarkan sebanyak 3 Trilyun
rupiah atau jika dibandingkan dengan mata
uang dollar sebanyak 300 juta dollar. Ditahun-
tahun berikutnya pun dianggarkan sekitar 3
trilyun rupiah hingga tahun 2017. Cek tabel
paling bawah.
Yang unik dan tidak lazim adalah, pencantuman
jenis/merk heli Apache secara jelas dan nyata
dalam matriks rencana tindak pembangunan
kementrian/lembaga tahun 2014 pada RKP.
Dengan demikian, hilang sudah kesempatan
helikopter serang tipe lain untuk menggeser
kedudukan Apache.
Sementara, pada pembangunan pertahanan
yang lain, baik Angkatan Darat, Laut maupun
Udara, tidak ada jenis dan merk tertentu yang
ditulis secara jelas.
Indonesia sendiri telah memohon pembelian
Apache Block 3 kepada Amerika Serikat sejak
pertengahan 2012 lalu. Rilis DSCA menyebutkan,
pembelian 8 unit Apache oleh Indonesia ini
diperkirakan menelan biaya hingga 1,4 milyar
dollar. Nah, dengan kepastian tercantumnya
Apache dalam RKP 2014, bisalah kita bilang,
Apache lead the way !!!



Sumber : ARC
Penulis : ANCA | ancablogspot.com
©copyright 2013

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sabtu, 20 Juli 2013

Antara Leopard dan Komodo

Antara Leopard dan Komodo
Berita menyenangkan, pantas dan enak
didengar, datang dari Pangdam Mulawarman
Mayjen TNI Dicky Wainal Usman. Ketika
menyaksikan penyerahan hibah 1 Helikopter Bell
412 EP dari Pemprov Kaltim ke Kemhan di
Bandung tanggal 13 Juli 2013 dia katakan
sedikitnya 12 MBT Leopard akan ditempatkan di
Kaltim bersama dengan Heli tempur Apache.
Belum lama dari berita itu ada pula berita
tentang rencana besar TNI AL
menyelenggarakan latihan AL gabungan 18
negara di Natuna April 2014, namanya Latgab
Komodo.
Kiri kanan Kalimantan memang menjadi
perhatian serius Cilangkap karena di dua hot
spot itu telah berlaku ujian matakuliah teritorial,
tepatnya klaim teritorial. Di kanan Kalimantan
ada Ambalat di mana tetangga jauh di hati dekat
di mata lebih merasa pantas memiliki perairan itu
setelah "memperoleh" Sipadan dan Ligitan tahun
2002. Sementara di kiri Kalimantan ada suhu
demam berkepanjangan karena Cina melakukan
manuver kapal perang di kawasan kaya sumber
daya fosil itu, Laut Cina Selatan (LCS). Yang
sebelah kanan Kalimantan sudah nubruk teritori
sedangkan yang kiri agaknya masih nyerempet
nih.
Kedatangan berbagai jenis alutsista secara
bergelombang tentu saja beberapa item
diantaranya mestinya didekatkan dengan titik
panas. Tujuannya bukan untuk memanaskan
situasi tetapi lebih berperan sebagai anti biotik
pertama manakala ada serangan flu yang mau
uji kekuatan imunitas. Setidaknya sebagai
penggentar jika tetangga sebelah mau bermain
api dengan NKRI. Maka pantas jika 12-15 MBT
Leopard ditaruh di Mulawarman bersama
puluhan Tank Scorpion atau AMX13 untuk
membentuk batalyon kavaleri komposit.
Termasuk 1 detasemen Astross sebagai
kekuatan jaga nilai dan harkat. Penempatan
satu skuadron heli komposit Apache, Mi35, Bell
412EP diyakini sudah memberikan kekuatan
percaya diri.
Bagaimana dengan Tanjungpura. Jangan kuatir,
skuadron Hawk di Supadio akan ditemani
dengan skuadorn UAV canggih untuk memantau
pergerakan makhluk militer di seberang Entikong
atau Putusibau. Tidak hanya itu, prediksi kita
batalyon kavaleri dan artileri di Kalbar juga akan
diisi dengan MBT Leopard, Tank Scorpion, Tank
AMX13, Panser Anoa dan Artileri Caesar Nexter.
Secara infrastruktur jalan raya di Kalbar lebih
baik dari Kaltim karena dari ibukota Provinsi
Pontianak ke wilayah perbatasan bisa dicapai.
Maka penempatan Panser Anoa di Kalbar pantas.
Ini berbeda dengan Kaltim. Jalan raya di Kaltim
justru sejajar dengan Selat Makassar dan Laut
Sulawesi mulai dari Balikpapan, Samarinda,
Bontang, Sangatta, Berau, Tanjung Selor dan
Malinau. Tidak menyentuh tapal batas.
Untuk MEF tahap pertama yang selesai tahun
2014, sudahlah jelas alutsista apa yang dibeli
dan yang mau datang. Jangan lupa MEF itu
akan terus berlanjut ke tahap lima tahun
berikutnya. Tentu perkuatan demi perkuatan itu
akan menempatkan posisi Kalimantan sebagai
prioritas asupan gizi alutsista disamping pulau-
pulau lain. Jadi tetap optimis dengan alokasi
alutsista terbaru yang akan ditempatkan di bumi
borneo itu. Tegasnya tidak hanya 12-15 MBT,
tidak hanya 1 detasemen Astross, tidak hanya 5
pucuk Caesar Nexter atau 10 Panser Anoa. Pasti
akan ditambah terus secara bertahap menuju
kekuatan yang disegani.
Kemudian melihat rencana RI mengadakan
latihan gabungan AL dengan 17 negara lain di
Natuna April 2014 merupakan langkah cantik
sekaliguna gagah, tetapi juga harus berhati-hati.
Lho kok bisa, ya iyalah cantik karena ini berkait
dengan diplomasi maritim yang perlu
dipertontonkan. Bahwa dengan latihan itu nanti
perairan ZEE Natuna akan dilintasi armada
gabungan termasuk Cina yang juga ikut latihan
Komodo. Gagah karena TNI AL menjadi
leadernya dan mengirim 12 KRI terbaiknya untuk
memimpin konvoi kapal perang 18 negara
menyisir beberapa kepulauan yang berada di
wilayah NKRI. Berhati-hati karena yang ikutkan
ada Cina, ada Rusia, ada Jepang, ada AS
disamping negara-negara ASEAN. Itu sebabnya
release resminya adalah latihan penanggulangan
bencana.
Mengelola suhu konflik di LCS memang perlu
kesabaran dan ketenangan. Posisi Indonesia
yang tak ikut dalam klaim LCS memberi
keleluasaan bagi diplomasi negeri ini ke semua
pihak yang bertikai agar bisa memperoleh
"kesetaraan kehormatan bersama" melalui
kegiatan latihan militer bersama. Boleh jadi ini
merupakan titik awal untuk bersama-sama pula
mencari solusi terbaik dengan suasana
kedekatan militer dan saling ketergantungan
dalam hubungan ekonomi multilateral.
Perspektif hubungan antar negara ke depan ini
khususnya di kawasan Asia Pasifik akan semakin
dinamis dan mungkin saja akan terjadi petir di
siang hari. Tentu untuk mengurangi dampak
petir tadi perlu ada prakarsa. Indonesia
berpeluang besar memainkan prakarsa itu.
Kita berpandangan Leopard dan Komodo adalah
kampanye. Yang pertama tentu sesuai
namanya, jangan-main-main dengan kucing
hutan kami kalau tidak ingin diterkam. Yang
terakhir juga sesuai namanya, karena kata si Cina
LCS sudah diklaim sejak jaman baheula maka
memunculkan nama Komodo seakan ingin
menegaskan bahwa masih ada lagi makhluk
yang lebih pra sejarah, ya si Komodo itu. Bukan
bermaksud menyindir tetapi kalau klaim
didasarkan pada argumen kejayaan masa lalu
yang sudah bernilai berabad-abad, kita pun bisa
mengatakan kami ingin juga mengembalikan
kejayaan Majapahit. Bagaimana koko Panda ?
****

Analisis : Jagvane / 17 Juli 2013

Salam Penulis

ANCA | ancablogspot
©copyright 2013



--
ancablogspot.com

Minggu, 23 Juni 2013

Pesan Untuk Singapura

ancablogspot.com ©copyright 2013
"Serangan udara" berupa asap dari sejumlah
tempat di Riau membuat negeri kecil nan makmur
di sebelah Batam, Singapura meradang dan
mengomel. Namun omelannya kali ini dibalas telak
oleh pemilik asli negeri jamrud khatulistiwa,
Indonesia. Betapa tidak, seperti yang diungkap
Menko Kesejahteraan Agung Laksono, Singapura
seperti anak kecil, gampang merengek hanya soal
asap, padahal untuk area yang lebih luas Riau juga
diselimuti asap termasuk Batam. Juga Malaysia,
namun negeri melayu itu "tabah" menghadapi
serangan asap dari tetangganya Sumatera.
Bahkan secara lugas Menlu Marty menyatakan
Indonesia tak akan meminta maaf secara formal
kepada Singapura soal asap. Pernyataan
diplomatik ini menegaskan kepada kita bahwa RI
tidak ingin (lagi) berada dalam posisi defensif
dalam soal pecundang kesalahan. Harus jelas dulu
duduk perkaranya baru lontarkan pernyataan
karena sesungguhnya perusahaan yang terlibat
pembakaran hutan di Singapura justru bermarkas
di negeri singa itu. Kan lebih baik menyerukan
kerjasama untuk mengatasi pembakaran hutan
daripada mengeluh, mengomel lalu melontarkan
kecaman.
Dalam kacamata kita, Singapura selalu merasa
memiliki kasta lebih dibanding dengan dua
jirannya padahal dalam hubungan multilateral
yang bernama saling ketergantungan,
sesungguhnya negeri itu sangat tergantung kepada
Malaysia dan Indonesia. Tak usahlah kita sebut
substansinya. Petinggi pemerintahan negeri itu
selayaknya mulai menata pola gaul dan tata
cangkem karena perubahan dan kemajuan
ekonomi kesejahteraan ke depan untuk kedua
jirannya Malaysia dan Indonesia akan
mempengaruhi sikap dan cara pandang mereka
terhadap Singapura.
Yang tak terbantahkan dan sekaligus merupakan
takdir sejarah Singapura adalah kepemilikan
teritori yang kecil dibanding dua rumah di
sebelahnya yang berkelimpahan sumber daya
alam. Selain itu perjalanan bertetangga ke depan
ini khususnya pada dua negara disebelahnya,
masing-masing telah menuju ke arah kemajuan
ekonomi kesejahteraan yang signifikan. Malaysia
sudah berada dalam lingkaran komunitas negara
berkemampuan ekonomi sejahtera. Indonesia
sudah menampakkan kemajuan ekonomi yang
luar biasa selama 9 tahun terakhir ini. PDB RI
terbesar di ASEAN dan nomor 16 di dunia.
Sejalan dengan itu, tentu untuk menjaga nilai
kewibawaan diplomatik, pembangunan kekuatan
militer untuk menjaga sumber daya alam dan
harga diri teritorial sedang digiatkan secara luar
biasa di Indonesia. Posisi perkuatan ini (nantinya)
adalah ukuran untuk menjaga ritme tahu diri dan
ngaca diri agar siapa pun itu dalam ukuran tata
gaul regional, dalam hubungan pertetanggaan
satu RT terutama, bisa mengendalikan cangkem
dan bahasa tubuh untuk tidak meremehkan
tetangganya.
Ketersinggungan hubungan bertetangga dengan
Singapura dalam bingkai grass root di bumi pertiwi
ini sudah menjadi "hapal luar kepala" di setiap
benak rakyat Indonesia. Misalnya terhadap
keengganan dia melakukan perjanjian ekstradisi
terutama untuk pelaku korupsi di Indonesia.
Sehingga muncul kesan bahwa negeri penampung
koruptor itu tidak menghargai Indonesia, alias
menyepelekan. Yang lebih menggemaskan adalah
cara dia mendikte RI dengan cara meminta zona
militer untuk latihan di Natuna selama berbulan-
bulan dan itu menggabungkannnya dengan
perjanjian ekstradisi. Syukurlah itu tidak terjadi.
Pesan kita untuk Singapura adalah untuk tidak lagi
merasa sebagai orang penting di lingkungan.
Perjalanan ke depan ini terutama untuk dua
jirannya Malaysia dan Indonesia sangat
memungkinkan untuk tidak lagi menganggap
Singapura sebagai faktor utama melainkan hanya
sebagai salah satu faktor. Paham maksud kulo
njihh ? Maksudnya kemajuan dalam hubungan
ekonomi internasional RI dan Malaysia bisa
memastikan untuk tidak lagi melihat negeri unyil itu
sebagai segala-galanya. Prediksi berbagai
lembaga pemeringkat ekonomi dunia
mengarahkan telunjuknya bahwa RI merupakan
salah satu kandidat untuk maju sebagai negara
ekonomi sejahtera dan kekuatan 7-8 besar dunia
dua puluh tahun mendatang.
Bisa dibayangkan dua puluh tahun mendatang,
dengan populasi lebih dari 400 juta, sumber daya
alam dan geografi yang luas, rakyatnya sudah
makin sejahtera dan tentu kekuatan militernya
setara dengan keunggulan kekuatan ekonominya.
Gak usah dibayangkan jauh-jauh dah, tahun 2020
nanti kekuatan ekonomi dan militer RI sudah
bertunas mekar dan ranum (ini kalimat doa untuk
kita bangsa besar ini, semoga dikabulkan Allah
SWT). Mestinya Singapura mampu membaca
suasana kebatinan ini.
Pukulan diplomatik yang dilakukan dua menteri
Indonesia sekaligus, soal serbuan asap itu sangat
tepat dan mewakili suara mayoritas rakyat. Itu
adalah bahasa tubuh ketidaksukaan yang pantas
dilakukan terhadap keangkuhan cangkem yang
dilantunkan Singapura. Yang perlu diingat adalah
Singapura itu hari ini dan ke depannya tergantung
dengan dua tetangganya, karena dia adalah negara
jasa. Musuh terbesar negara jasa adalah
kepanikan. Sangat pantas kiranya Singapura mulai
menata cangkemnya sekaligus berlaku adil dalam
hubungan sebab akibat bertetangga.
*****

Analisis : Jagvane / 23 Juni 2013

Salam penulis ;

ANCA | ancablogspot.com
©copyright 2013


Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.

La Pattawe Matinroe ri Bettung Raja Bone ke-9 Tahun 1565-1602

La Pattawe Matinroe ri Bettung Raja Bone ke-9 Tahun 1565-1602 La Pattawe Daeng Soreang Matinroe ri Bettung (Bulukumba) adalah raja Bone ke-9...