Kamis, 19 Maret 2020
Hadits Palsu Huru Hara Akhir Zaman Di Pertengahan Ramadhan
Senin, 16 Maret 2020
Wabah Covid-19, Begitulah Virus, Begitulah Manusia
Wabah Covid-19, Begitulah Virus, Begitulah Manusia

Covid-19, demikianlah nama resmi wabah ini. Wabah terheboh di tahun ini. Kepala Organisasi Kesehatan Dunia, WHO secara resmi menamai penyakit virus Corona yang pertama kali diidentifikasi di Cina pada 31 Desember itu dengan nama Covid-19.
"Kami sekarang memiliki nama untuk penyakit ini dan itu Covid-19," kata ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus Selasa (11/2/2020).
Tedros menjelaskan arti Covid-19. 'Co' yang artinya 'Corona', 'Vi' untuk 'Virus', dan "D" untuk 'Penyakit (Disease)'. Tedros pun menjelaskan bahwa pemilihan nama itu dilakukan untuk menghindari referensi ke lokasi geografis tertentu, spesies hewan atau sekelompok orang sesuai dengan rekomendasi internasional untuk penamaan, agar menghindari stigmatisasi.
Novel Coronavirus, si biang kerok wabah ini, pertama muncul di Wuhan. Membuat kota itu layaknya kota mati. Lebih jauh, membuat si empunya Wuhan, China, terganggu. Perekonomian mengalami gangguan. Banyak pabrik-pabrik terpaksa berhenti beroperasi.
Lalu sepenuhnya salahkah si virus itu?
Ya jelas salah. Karena kelakuannya itu, banyak manusia menjadi sakit. Banyak pihak dan negara yang dirugikan.
Tapi ya hanya sebatas itu saja. Tidak lebih.
Virus hanya sekedar "melaksanakan takdirnya" saja, yang memang melekat pada dirinya sejak dia tercipta. Kerugian dari apa yang dilakukannya, dapat terjadi hanya bila keadaan memungkinkan. Bila yang diserang tidak menjaga dirinya sendiri. Manusia dan makhluk lain yang tidak menjaga kebersihannya. Manusia yang tidak menjaga kekuatan staminanya. Manusia yang membiarkan dirinya selalu berada di situasi dan kondisi rentan, yang dapat membuat si virus ini memasuki tubuhnya.
Itu saja. Virus hanya berbuat hanya karena satu aturan saja, yaitu hukum alam. Tidak berkepentingan lain, juga tidak bersandar pada hukum lain. Hanya sunnatullah semata.
Coba bandingkan dengan kelakuan para manusia!
Mereka yang dianugerahi akal dan budi, dan mengklaim diri bertindak atas atas dasar keduanya itu, malah aneh-aneh menyikapi adanya virus ini. (Pengecualian tentunya bagi mereka yang menjadi korban dari Covid-19 ini. Mereka yang menjadi sakit, meninggal, dan yang ditinggalkannya. Juga bagi mereka yang secara waras pikir, berbuat semata-mata demi kemaslahatan.)
Manusia inilah yang berbuat tidak bersandar pada hukum alam. Menuruti nafsu kemanusiaannya. Menyandarkan pilihan tindakannya demi sebuah keuntungan. Mereka berbuat demi motif ekonomi, juga motif politik. Itulah manusia-manusia aneh.
Yang aneh-aneh itu, adalah ketika kesiagaan mereka terhadap serangan virus diwujudkan dengan kepanikan dan memanfaatkan kesempatan. Kepanikan ditunjukkan dengan aksi borong berbagai bahan yang merasa dibutuhkannya. Sementara yang berbuat memanfaatkan kesempatan, menjual berbagai bahan kebutuhan tersebut dengan harga yang telah dinaikkan secara gila-gilaan.
Tak kalah aneh adalah mereka-mereka yang melandaskan tindakannya pada kepentingan politik. Memanfaatkan Corona dan mereka penderita Covid-19 demi dendam dan ambisi politiknya.
Dendam mereka disalurkan dengan sibuk menyalahkan pemerintah. Bersamaan dengan itu, sebagian elitnya bertindak seakan-akan lebih cepat dan lebih sesuai dengan harapan masyarakat. Padahal lebih cepat dan lebih sesuai dengan harapan masyarakat, belum tentu lebih tepat. Ada hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan. Segala tindakan, selain harus lebih tepat--yaitu demi keamanan, kesehatan, dan kemaslahatan masyarakatnya--, juga harus tetap menjaga kewibawaan dan harga diri negara.
Segala tindakan yang diambil para pemangku kepentingan hendaknya tidak timbul dari tekanan pihak manapun.
Mereka yang memanfaatkan wabah Covid-19 ini, yang seakan-akan sedang memenuhi harapan masyarakat ini, justru seperti malah menari-nari, menumpuk pencitraan, dan mengangkangi pemilik kewenangan, demi kepentingan praktisnya. Demi kepentingan piciknya.
Mereka sedang memperkeruh suasana dengan cara menyaru sebagai pelindung masyarakat. Kekejaman yang terbalut dalam bungkus kemanusiaan.
Tidak bisakah mereka-mereka ini bertindak ideal? Menyingkirkan semua kepentingan. Ikhlas saja, semata karena tugas dan demi kebaikan bersama.
Pertama dan utama, kita semua harus melakukan apapun untuk saling melindungi di dalam masyarakat. Bisa jadi ini wabah virus corona bisa terjadi seumur hidup sekali, namun sekarang ini sangat penting. Sebelumnya saya pernah berkata bahwa sepak bola agaknya hal terpenting daripada hal lainnya. Hari ini, sepakbola dan pertandingan sepakbola sama sekali tidak penting.
Pernyataan Jurgen Klopp --Manajer Liverpool FC-- terkait penghentian sementara Liga Inggris dan peluang juara bagi timnya karena adanya wabah Covid-19.
Copast : Eko Wibowo ( seword )
Penulis dan Editor :
ANCA | ancablogger's
©copyrigh2020
Senin, 24 Juni 2019
Jembatan air di Belanda ini telah mematahkan hukum fisika
Jembatan Air di Belanda Ini Telah Mematahkan Hukum Fisika
Umumnya jembatan membentang di atas perairan, tapi ini berbeda!

129.7k
Bagikan
Ada banyak sekali hal-hal yang menakjubkan di dunia yang kadang-kadang kamu tak tahu harus dimana mencarinya. Bumi mempunyai banyak sekali manusia jenius yang bisa membuat hal menakjubkan, yang tentunya akan membuatmu tertegun ketika melihatnya.
Biasanya kita melihat jembatan yang membentang di atas perairan, namun berbeda dengan yang satu ini. Pada tahun 2002, dunia kagum pada Veluwemeer Aqueduct, sebuah karya terbaik insinyur yang berhasil menghubungkan daratan Belanda dan sebuah pulau buatan, Flevoland.
fineartamerica
Banyak ide-ide keren yang dibahas, termasuk sebuah terowongan bawah air dan jembatan biasa. Tetapi proyek tersebut terlalu mahal dan menghabiskan banyak waktu. Ide utamanya adalah untuk menyatukan dua daratan dengan transportasi air yang melaju tanpa hambatan, kemacetan lalu lintas ataupun kapal.
kericau
Akhirnya keputusan yang paling luar biasa telah diambil, sebuah jembatan air. Pejalan kaki tidak dilupakan disini karena jalan tersebut dilengkapi dengan trotoar di kedua sisinya. Hari ini, lebih dari 28.000 mobil melintasi jembatan dengan kedalaman 10 kaki tersebut. Sementara perahu bisa dengan tenang melewati jalur perairan yang ada di atasnya. Keren !
Penulis & Editor :
ANCA | ancablongger.com
©copyright 2019
Senin, 22 April 2019
Dengan Radar AESA, Shenyang J-11D Disebut sebut lebih hebat dari Shukoi SU-35
Sebagian dari Anda mungkin masih ingat dengan Shenyang J-11, yakni jet tempur copy-an dari Sukhoi Su-27SK yang pernah kalah telak dalam sesi ‘dogfight’ dengan Gripen C AU Thailand. Nah, kini ada kabar terbaru yang cukup mengejutkan jagad militer internasional, lantaran J-11 telah dikembangkan dalam varian J-11D, yang disebut-sebut analis internasional punya kemampuan tempur lebih baik dari Sukhoi Su-35.


Selasa, 17 Oktober 2017
Pribumi .... ???
Pribumi .....
Istilah ini kembali mencuat setelah pelantikan gubernur baru DKI. Gatal juga tangan ini untuk menulis tentang istilah "pribumi" dan "non pribumi". Ketika kita kembali ke 7000 thn yang lalu maka yang pantas di sebut pribumi adalah "homosapiens" atau "pythecantropus erectus" tapi hari ini istilah pribumi yang merupakan warisan penjajah yang dipakai oleh Belanda untuk mengawasi dan mengkotak-kotakkan penduduk Nusantara waktu itu dipakai lagi. sama dengan gelar "Haji" yang disematkan kepada orang" yang Alim ulama yg baru pulang belajar di Mekah, tujuannya agar mudah mengawasi gerak-gerik mereka.
Istilah penggunaan kata pribumi dan non pribumi sebenarnya sudah dilarang sejak thn 1998 entah pak mantan menteri pendidikan pura" gak tahu atau gimana ... Miris ! Disadari atau tidak, istilah itu yang akan memperbesar polarisasi dan perbedaan yang sepertinya sengaja dipelihara untuk kepentingan politik sesaat.
Apapun Ras, agama dan dan warna kulit, jika sudah berKtp Indonesia maka kedudukannya sama sebagai warga negara dan sama didepan hukum .....
Dari blog pribadi
(ancablogger's)
Kamis, 08 Juni 2017
Kejadian Tak Lazim, Jutaan Ikan Memenuhi Sungai
ancablogger's
Kejadian mengejutkan terus saja terjadi, terkadang peristiwa ini dianggap sangat tidak lazim karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yang tidak bisa dijelaskan oleh akal pikiran.
Diantara peristiwa-peristiwa itu biasanya terjadi secara tak terduga dan menimbulkan tanda tanya, tak jarang orang yang melihatnya akan dibuat sangat tercengang.
Seperti halnya video yang telah tersebar di Youtube beberapa waktu yang lalu, video tersebut memperlihatkan penampakan tak lazim yang ada di dalam sungai.
Pasalnya disana terdapat jutaan ikan yang tidak diketahui darimana asalnya, sampai-sampai mereka semua memenuhi bagian sungai tersebut.
Image: www.slideshare.net
Ulasan Lengkap:
Awalnya seorang tak sengaja mendatangi lokasi yang tidak disebutkan itu, setelah menuju ke arah sungai ia begitu terkejut karena melihat sungai yang dipenuhi oleh jutaan ikan tak dikenal.
Karena begitu kagum akhirnya ia langsung saja mengabadikan momen itu dengan kameranya.
Disana terlihat banyak sekali ikan berlalu-lalang di aliran air yang sedikit agak deras tersebut, mereka semua dengan sangat tertibnya melawan arus yang menghadang.
Bahkan ada diantara ikan-ikan itu meloncat-loncat beterbangan karena terlalu semangat dan tak sabar mengantri.
Image: pixabay.com
Ikan itu berwarna merah ke emasan dengan ukuran yang tidak terlalu besar, sekitar sebesar telapak tangan orang dewasa.
Disana tidak terlihat banyak manusia, kemungkinan bahwa lokasi itu jauh dari pemukiman warga dan tak banyak yang mengetahui spot memancing itu.
Beralih ke tempat lain, ternyata kejadian serupa tidak terjadi di satu tempat saja. Ternyata di tempat lain peristiwa seperti ini juga pernah terjadi.
Kali ini ikan berwarna hitam juga melakukan hal yang sama, ikan itu juga muncul secara tak lazim, tidak diketahui mengapa ikan itu bisa sampai perairan sungai yang dangkal.
Kemungkinan besar ikan-ikan itu sedang ekspedisi dalam perjalanan yang panjang untuk menemukan perairan baru untuk tempat hidup mereka dan berkembang biak nantinya.
Karena kurangnya informasi tentang dimana dan kapan itu terjadi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Kesimpulan:
Kejadian itu masih menjadi tanda tanya yang besar. Sementara itu banyak orang malah sangat takjub karena melihat keindahan alam yang tak disangka-sangka.
Itulah makhluk ciptaan tuhan, kita sebagai manusia yang punya akal harus menjaga ciptaan lain di dunia ini.
Bagaimana tanggapanmu tentang kejadian Ikan-ikan tak lazim di dalam sungai ini, ayo berikan tanggapanmu di komentar!
Sumber video: https://youtu.be/bgbAkp_cTfU
Sumber : M. Mariyono (UC media)
Penulis & Editor
ANCA| ancablogger's
©Copyright 2017
Rabu, 31 Mei 2017
Kisah Serda Woli Kalahkan Alat Canggih Dengan Sebatang Rumput
Kisah Serda Woli kalahkan alat canggih dengan sebatang rumput
Serda Woli Hamsan. ©instagram.com/penkostrad
ancablogger's
Serda Woli Hamsan salah satu anggota Kontingen TNI Angkatan Darat menjadi petembak terbaik dalam perlombaan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2017 di Puckapunyal, Australia.
Banyak tantangan yang dihadapi di sana. Namun Serda Woli membuktikan prajurit TNI tak mudah dikalahkan walau dengan alat canggih sekali pun.
Masalah pertama adalah soal cuaca. Iklim di Australia berbeda dengan Indonesia. Di sana suhu bisa mencapai 4 sampai 10 derajat celcius, sehingga cukup dingin.
"Mungkin yang agak sulit cuaca karena kalau di Indonesia itu kan kita biasa cuaca cukup panas 27-29 derajat celcius. Sehingga itu harus punya kiat-kiat khusus untuk mengatasi cuaca di sana," kata Serda Woli di Mabes TNI AD, Selasa (30/5).
Pengalaman yang menarik dan paling diingat dari Serda Woli adalah soal arah angin. Pada saat angin kencang, prajurit dari negara lain membawa alat yang canggih untuk mengukur arah angin dan kecepatannya. Sedangkan Indonesia hanya cukup mengambil rumput dari bawah yang dilempar ke atas.
Hasilnya justru kontingen Indonesia mendapat nilai terbaik saat angin kencang bertiup. Ternyata modal sebatang rumput bisa mengalahkan wind meter. Hal ini cukup membuat tentara lain bengong.
"Katanya kok begitu saja dengan cara seperti itu bisa cepat menembaknya kita yang menggunakan yang canggih kurang bagus menembaknya begitu," kata Serda Woli.
Dia mengakui lawan terberat datang dari tuan rumah Australia. "Ya mungkin mereka sudah menguasai medan ya," kata Serda Woli.
Atas prestasinya, Serda Woli mendapatkan sebuah rumah dari Kepala Staf TNI AD Jenderal Mulyono. Tak cuma itu, Kasad juga membebaskan Serda Woli untuk memilih lokasi rumahnya sendiri. Dia mengaku bersyukur atas hadiah itu.
Saat ini Serda Woli bertugas di Kostrad Depok. Dia mengaku ingin pensiun nanti di Depok juga.
"Mungkin di Depok, mungkin ya," kata Serda Woli Hamsan.
Sumber: www.merdeka.com
Penulis & Editor
ANCA | ancablogger's
©copyright 2017
La Pattawe Matinroe ri Bettung Raja Bone ke-9 Tahun 1565-1602
La Pattawe Matinroe ri Bettung Raja Bone ke-9 Tahun 1565-1602 La Pattawe Daeng Soreang Matinroe ri Bettung (Bulukumba) adalah raja Bone ke-9...
-
La Pattawe Matinroe ri Bettung Raja Bone ke-9 Tahun 1565-1602 La Pattawe Daeng Soreang Matinroe ri Bettung (Bulukumba) adalah raja Bone ke-9...
-
Destroyer Masa Depan TNI AL Dari Jepang ? ancablogspot.com Kabar mengejutkan baru saja muncul ke publik minggu ini. Jepang ingin mengekspor ...
-
( ancablogspot.com )Berbicara mengenai Indonesia, kita akan terpikir tentang banyak permasalahan yang sedang terjadi di Indonesia. Mulai dar...